Setiap kali pulang kampung, kegiatan yang tak pernah saya lewatkan adalah bernostalgia dengan makanan tradisional . Salah satu yang tak boleh terlupa untuk disantap adalah puli/gendar. Bentuknya mirip nasi ketan yang dipadatkan. Warnanya kuning gading, kenyal (twing-twing kalau kita towel ). Puli paling enak disajikan dengan tempe bacem goreng atau di taburi kelapa parut goreng (srondeng). Bisa juga dimakan bareng pecel. Rasanya? Lejaaatt brutaalll
.
Puli juga bisa dibikin kerupuk nan lejaat, biasa disebut kerupuk karak, kerupuk gendar, atau di beberapa daerah disebut lempeng.
Bahan dasar puli adalah nasi putih biasa yang dikasih semacam bahan pengenyal yang biasa disebut obat puli/cethithet/bleng. Cara pembuatanya (inget-inget lupa saya, dah lama gak lihat ibuk bikin puli), nasi dikukus dicampur dengan obat puli yang diencerkan. Kemudian nasi dipadatkan dengan cara ditumbuk selagi panas dalam ember bersih. Setelah dingin, barulah dipotong kotak-kotak. Jika ingin dibikin kerupuk maka potongan puli ini diiris tipis-tipis, dijemur hingga benar-benar kering. Baru kemudian digoreng dalam minyak panas. Rasanya…. kemriyuk gilaaaa..:). Kerupuk karak ini mudah dikenali dengan warnanya yang khas kuning gading dan rasa yang sedikit pahit, mungkin karena efek dari bahan pengenyal tersebut.
Yang jadi pertanyaan adalah bahan pengenyal yang digunakan. Apakah bahan yang berwarna kuning keemasan berbentuk kristal (kadang juga berbentuk bubuk putih atau bongkahan kuning mirip jamur oncom) ini aman untuk dikonsumsi? Perlu penelitian lebih lanjut untuk menjawabnya, tapi yang jelas puli sudah sangat populer sebagai camilan tradisional Jawa.
Dari referensi yang saya baca, obat puli tersebut tak lain dan tak bukan adalah wujud lain dari boraks. Fungsinya sebagai pengenyal sekaligus pengawet bahan makanan. Dan seperti yang kita tahu, boraks termasuk bahan berbahaya bagi tubuh kita. Bersama dengan formalin, boraks menjadi momok menakutkan bagi masyarakat.
Di daerah asal saya, Ponjong-Gunungkidul, puli dan obat puli/bleng masih dijual bebas. Konsumsi puli di daerah ini pun masih sangat massive, baik dalam bentuk puli tempe ataupun dalam bentuk kerupuk karak/lempeng. Layaknya gorengan lain, puli-tempe adalah cemilan favorit masyarakat di kampung saya. Penjual puli tempe bisa ditemui di pasar-pasar tradisional. Bahkan di salah satu titik yang biasa di sebut Proliman-Ponjong, kita bisa menemukan penjual puli tempe harian. Tak hanya satu penjual saja, di sudut pinggir jalan itu terdapat tiga penjual puli tempe. Para pembeli menyemut, bahkan sampai antri tuk menikmati cemilan tradisional Jawa itu.
Kalo para penjual bakso yang mengandung boraks menjadi musuh aparat dan masyarakat, mengapa para penjual puli dan bleng masih dibiarkan bebas? Mungkin karena kurang sosialisasi saja. Selayaknya kita melaporkan fenomena ini ke Badan POM untuk penelitian dan tindakan penyuluhan lebih lanjut.
Info mengenai bleng/boraks bisa diakses di Wikipedia, di sini atau di sini. Kalau mengenai bahan pengawet makanan yang berbahaya bisa ditengok di sini. Bahkan, boraks juga ada dalam pecel dan daun singkong rebus di masakan padang (baca artikelnya di sini). Jika masih kurang, cukup ketikkan kata “bleng” pada mesin pencari internet, niscaya akan bertebaran informasi mengenai bahaya bleng tersebut.
Pengganti Bleng:


Dec 04, 2010 @ 18:17:46
Saat ini telah tersedia bahan tambahan pangan pengembang (BTPP) yang sangat aman bagi kesehatan karena semua bahan-bahannya 100% food grade dan tidak mengandung BORAX. BTPP ini telah dites oleh Badan POM dan telah disertifikasi sebagai yang PERTAMA dan satu-satu nya BTPP di Indonesia yang 100% food grade tanpa mengandung BORAX.
Dec 06, 2010 @ 04:46:25
@Mbak Rini, di mana kita bisa mendapatkan BTPP tersebut?
Jan 06, 2011 @ 12:40:58
bisa beli langsung dari saya pak, saya ini langsung dari pabrik. kalo bapak memang berminat, bisa saya kirimkan sample dahulu.. silahkan kontak saya di 08888121222 atau 081932363008
Jan 11, 2011 @ 01:27:58
Ada katalognya mbak? Ato adakah link informai mengenai produk tsb?
Jan 12, 2011 @ 02:11:05
produk ini kami riset selama 3 tahun.. dan baru sempurna sekitar 3 bulan lalu.. link untuk BTPP kami belum ada. untuk melihat barangnya langsung dapat menghubungi handphone saya langsung di 08888-121222. saya juga ada BTPP non borax untuk Mie Basah, yg berfungsi supaya tekstur mie menjadi kenyal.
terima kasih
(rini maryani )
Apr 19, 2011 @ 19:16:37
Menanggapi masalah atas penggunaan boraks yang berbahaya di masyarakat luas, saya telah melakukan serangkaian test dan uji coba selama lebih dari 3 tahun guna menemukan formula atau alternatif untuk pengganti bleng yang mengandung boraks.
Saat ini telah tersedia bahan tambahan pangan pengembang (BTPP) yang sangat aman bagi kesehatan karena semua bahan-bahannya 100% food grade dan TIDAK mengandung BORAX. BTPP ini telah dites oleh Badan POM dan telah disertifikasi sebagai yang PERTAMA dan satu-satu nya BTPP di Indonesia yang 100% food grade tanpa mengandung BORAX.
Beberapa keunggulan dari BTPP saya adalah:
- 100% food grade non-Borax.
- membuat kerupuk lebih renyah.
- membuat kerupuk lebih mekar dan besar.
- membuat kerupuk lebih putih bersih dan tidak terlihat kusam setelah digoreng.
- membuat mie tahan lebih lama karena biasanya mie yang dibuat pada pagi hari maka sore nya mie akan berubah warna dan tidak fresh lagi. Dengan BTPP ini mie dapat disimpan hingga besok pagi dan tetap fresh.
- memberikan warna kuning alami yang cantik pada mie (TANPA menggunakan pewarna makanan)
- Lolos uji BPOM dan fully certified.
Apabila Bpk/Ibu mempunyai usaha atau bisnis di bidang industri kerupuk puli atau mie dapat mencoba BTPP saya dan membuktikan sendiri keunggulan dari BTPP saya. Untuk keterangan lebih lanjut Bpk/Ibu dapat menghubungi saya di 081-7445758 atau 08994-578578. Terima Kasih.
Budi Wirawan
Apr 20, 2011 @ 02:54:45
@Mbak Rini dan Mas Budi: info yg sangat bermanfaat tuh, terima kasih
Apr 20, 2011 @ 10:02:49
@darisjati: iya sama2 pak. Jika berminat dapat menghubungi saya untuk info lebih lanjut.
Jul 31, 2011 @ 08:10:46
Se waktu-waktu saya akan menghubungi Mas Budi Wirawan.
Terima kasih.