Tadinya saya bingung apa nama daerah ini, apakah Puncrut, Punclut, ataukah Puncluk. Ternyata, seperti banyak istilah dalam bahasa sunda yang didapat dari menyingkat beberapa kata, daerah ini diberi nama dengan menyingkat dua kata: Puncak Ciumbuleuit. Ciumbuleuit adalah kecamatan di mana daerah ini berada.

Punclut adalah kawasan dataran tinggi yang mencapai ketinggian diatas 1000 meter dpl. Tempat ini bisa dicapai melalui Jl Cihampelas terus melewati Jl Ciumbuluit menuju arah RS Salamun.

Daerah ini menawarkan pemandangan yang luar biasa. Kita bisa melihat lanskap keseluruhan kota Bandung dari atas ketinggian. Tempat ini merupakan salah satu tempat favorit bagi warga Bandung untuk berwisata di malam Minggu.

Sambil menikmati pemandangan lampu kota, pengunjung akan dimanjakan oleh pelayanan warung-warung makan lesehan yang menyajikan makanan khas Sunda.

Ada beragam menu yang bisa kita pilih seperti nasi goreng ataupun nasi timbel. Namun, menu makanan paling populer di kawasan ini adalah nasi merah kehitaman yang disajikan dalam bakul dari anyaman bambu. Lauk yang bisa dipilih pun beraneka ragam; mulai dari udang, cumi, tutut, gorengan, ayam, empal, jeroan, ikan air tawar hingga belut goreng yang sungguh menggoda selera. Disertai dengan sambal terasi lengkap dengan lalapan petai mentah dan jengkol gorengnya, lengkap sudah rasa yang ditawarkan kepada pengunjung, sungguh istim lah.

Bagi pengunjung yang sekedar ingin menikmati pemandangan; jagung bakar dan bandrek adalah pasangan yang wajib dicoba untuk sekedar menghangatkan badan. Maklum, dengan ketinggian lebih dari 1000 meter, hawa di kawasan ini cukup dingin sampai menusuk tulang. Jaket tebal adalah atribut yang wajib dipakai jika mengunjungi tempat ini di malam hari.

Jika ingin merasakan kenyamanan kawasan Punclut, direkomendasikan menuju kawasan ini menggunakan motor saja. Jalan yang ramai lagi sempit menyusahkan pergerakan mobil pengunjung. Apalagi di malam Minggu, tempat ini sungguh ramai.

Dua hal yang sungguh di sayangkan dari tempat ini. Pepohonan yang minim serta maraknya pendirian bangunan di kawasan ini mengancam keselamatan lingkungan perbukitan ini. Lahan di Punclut didominasi oleh ladang sayur yang rawan erosi dan tanah lonsor. Bisa dibayangkan daerah ini begitu teriknya di siang hari karena minimnya penghijauan.

Eksploitasi ekonomi pada kawasan yang konon merupakan bekas kebun teh pada jaman Belanda ini sudah melampaui ambang batas. Sungguh ironis, daerah yang sejatinya merupakan daerah resapan air bagi kota Bandung dibiarkan rusak oleh keserakahan manusia.

About these ads