<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Darisjati</title>
	<atom:link href="http://darisjati.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://darisjati.wordpress.com</link>
	<description>mengejar impian</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 10:39:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='darisjati.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/01ef394a131a6fbf39c7005401ff57b1?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Darisjati</title>
		<link>http://darisjati.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://darisjati.wordpress.com/osd.xml" title="Darisjati" />
	<atom:link rel='hub' href='http://darisjati.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mo Absen Manual, Mo Finger Print, Mo Retina Print, tetep Saja tergantung Ketegasan dari Atasan</title>
		<link>http://darisjati.wordpress.com/2012/01/03/mo-absen-manual-mo-finger-print-mo-retina-print-tetep-saja-tergantung-ketegasan-dari-atasan/</link>
		<comments>http://darisjati.wordpress.com/2012/01/03/mo-absen-manual-mo-finger-print-mo-retina-print-tetep-saja-tergantung-ketegasan-dari-atasan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 09:54:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darisjati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menuju Indonesia Beradab]]></category>
		<category><![CDATA[absensi retina mata]]></category>
		<category><![CDATA[absensi sidik jari]]></category>
		<category><![CDATA[mesin absensi elektronik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darisjati.wordpress.com/?p=795</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lebih dari empat tahun ini kantor saya menerapkan absensi elektronik dengan menggunakan pengenal dimensi telapak tangan dan jari-jari tangan (bukan pengenal sidik jari). Kehadiran mesin ini menghadirkan revolusi kedisiplinan pegawai untuk hadir dan pulang tepat waktu. Masih ingat 4 tahun lalu ketika kami masih bisa melakukan absen manual dengan cara menandatangani daftar hadir yang <a href="http://darisjati.wordpress.com/2012/01/03/mo-absen-manual-mo-finger-print-mo-retina-print-tetep-saja-tergantung-ketegasan-dari-atasan/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisjati.wordpress.com&amp;blog=3735744&amp;post=795&amp;subd=darisjati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lebih dari empat tahun ini kantor saya menerapkan absensi elektronik dengan menggunakan pengenal dimensi telapak tangan dan jari-jari tangan (bukan pengenal sidik jari). Kehadiran mesin ini menghadirkan revolusi kedisiplinan pegawai untuk hadir dan pulang tepat waktu.<span id="more-795"></span></p>
<p>Masih ingat 4 tahun lalu ketika kami masih bisa melakukan absen manual dengan cara menandatangani daftar hadir yang lebih sering dilakukan secara rapelan, kadang seminggu sekali, dua minggu sekali atau bahkan sebulan sekali. Berangkat dan pulang tepat waktu menjadi hal yang sangat langka waktu itu. Biasanya saya baru hadir di kantor di atas jam 8 dan sudah meninggalkan kantor sebelum jam 16.30. Hanya rasa sungkan terhadap atasan saja yang memaksa saya untuk hadir setiap hari di kantor. Sistem yang ada saat itu memang memungkinkan kita untuk tidak masuk kerja tanpa ada konsekuensi lebih lanjut.</p>
<p>Hari ini, sudah menjadi pemandangan yang umum ketika waktu mendekati jam 7.30, banyak terlihat pegawai yang berlari tergopoh-gopoh menuju mesin absen elektronik. Mereka tak mau dipotong tunjangan remunerasinya karena terlambat datang barang satu detik saja.</p>
<p>Tak dipungkiri, sistem absensi elektronik ini menghadirkan perubahan besar di kantor kami. Namun demikian, satu dua kelemahan masih bisa ditemukan dalam sistem ini. Setelah absen pagi, bisa saja seorang pegawai kemudian kabur entah kemana dan kemudian balik lagi nanti pada sore harinya untuk absen sore.</p>
<p>Dimungkinkan juga adanya pegawai-pegawai yang mempunya dimensi telapak tangan dan jari-jari yang mendekati sama, sehingga bisa saling titip absen. Administrator mesin absensi elektronik ini memegang peranan yang sangat vital dalam penegakan peraturan absensi pegawai. Mesin ini bisa diatur sensitifitasnya. Sang administrator (dengan menggunakan PIN yang dimilikinya) bisa menentukan seberapa sensitif alat ini untuk mengenali telapak tangan pegawai dihubungkan dengan no IDnya. Ada kantor yang menerapkan toleransi tinggi, ada pula kantor yang ketat dengan menerapkan toleransi yang rendah. Jika toleransinya tinggi maka sembarang tangan bisa digunakan untuk absensi semua ID, dan sebaliknya, jika disetting sangat sensitif maka hanya tangan yang sama dengan yang digunakan saat registrasilah yang bisa digunakan untuk absensi ID tertentu.</p>
<p>Alat ini juga bisa diatur waktunya, sehingga seorang pegawai bisa saja merapel absensinya dengan cara merubah waktunya mundur kebelakang. Pun demikian dengan registrasinya, seorang pegawai bisa mewakilkan registrasinya kepada pegawai lain atau orang lain (OB misalnya) sehingga dalam absensinya orang lain itulah yang akan menggantikan tugas pegawai tersebut untuk absen tiap hari. Bahkan satu orang bisa mewakili banyak orang, atau dengan kata lain, satu tangan bisa untuk mengabsensi banyak ID, tergantung tangan siapa yang dipakai saat registrasi.</p>
<p><del>Mengenai keamanan dan ketahanannya juga bisa menjadi titik lemah mesin absensi elektronik ini. Alat ini bisa dengan mudah dirusak, misalnya dihancurkan kompenen mesinnya dengan alat tertentu, diberi lem alteco di bagian tombol keyboardnya hingga tak bisa lagi dipencet, atau sekedar disabotase catu dayanya</del>.</p>
<p>Mesin absensi ini terhubung ke komputer server. Dari komputer server ini bisa diambil data absensi pegawai secara real time. Di titik ini juga terdapat kelemahan sistem. Hasil rekap absensi pegawai dengan mudahnya bisa diubah sekehendak hati operator komputernya.</p>
<p>Sekali lagi semua tergantung manusianya. Walaupun print out rekap absensi menunjukkan seorang pegawai banyak terlambat/tidak hadir, tetap saja bisa diakali dengan pemutihan atau dengan bermacam surat keterangan.</p>
<p>Di sinilah peran seorang atasan/kepala satuan kerja dalam menerapkan aturan disiplin kehadiran pegawai.</p>
<p>Ambil contoh di sebuah kantor yang menerapkan ketentuan yang agak longgar. Dengan alasan banyak pegawai yang ditolak absensinya oleh mesin absensi, maka dibuat ketentuan dimana absensi diterima asalkan nomor ID pegawai tersebut pernah terekam. Sebuah aturan yang lucu kan. Dengan kebijakan ini maka pegawai kantor tersebut bisa nitip untuk dipencetkan no IDnya oleh pegawai lain tanpa harus datang ke kantor. (Cat: nomor ID yg ditekan di keyboard sudah terekam oleh mesin meskipun bentuk tangannya ditolak/tidak sesuai).</p>
<p>Pernah pula saya melihat di instansi lain yang telah memasang absensi sidik jari. Tapi yang saya lihat, pegawainya tetap datang di atas jam 9 pagi meski tetap melakukan absensi pada mesin tersebut.</p>
<p>Kesimpulannya, secanggih apapun alatnya, semua tergantung kepada manusianya. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darisjati.wordpress.com/795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darisjati.wordpress.com/795/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darisjati.wordpress.com/795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darisjati.wordpress.com/795/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/darisjati.wordpress.com/795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/darisjati.wordpress.com/795/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/darisjati.wordpress.com/795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/darisjati.wordpress.com/795/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darisjati.wordpress.com/795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darisjati.wordpress.com/795/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darisjati.wordpress.com/795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darisjati.wordpress.com/795/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darisjati.wordpress.com/795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darisjati.wordpress.com/795/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisjati.wordpress.com&amp;blog=3735744&amp;post=795&amp;subd=darisjati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darisjati.wordpress.com/2012/01/03/mo-absen-manual-mo-finger-print-mo-retina-print-tetep-saja-tergantung-ketegasan-dari-atasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e24ce7d40490e14c896b40ac0a25aee8?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darisjati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengusir Semut-Semut Pemakan Beras</title>
		<link>http://darisjati.wordpress.com/2012/01/03/mengusir-semut-semut-pemakan-beras/</link>
		<comments>http://darisjati.wordpress.com/2012/01/03/mengusir-semut-semut-pemakan-beras/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 08:12:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darisjati</dc:creator>
				<category><![CDATA[TIPS]]></category>
		<category><![CDATA[beras merah]]></category>
		<category><![CDATA[semut hitam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darisjati.wordpress.com/?p=791</guid>
		<description><![CDATA[Meski tak berasa manis, ternyata semut doyan juga menggerogoti beras. Setidaknya itu yang saya alami beberapa minggu yang lalu. Beras merah yang saya bawa dari kampung halaman diserbu semut hitam. Weeiss, ikut-ikutan trend makan beras merah niyeee&#8230;. Wekeke, bukan begitu brow. Ini kebetulan saja karena bapak saya di kampung sono memang menanam varietas padi yang <a href="http://darisjati.wordpress.com/2012/01/03/mengusir-semut-semut-pemakan-beras/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisjati.wordpress.com&amp;blog=3735744&amp;post=791&amp;subd=darisjati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Meski tak berasa manis, ternyata semut doyan juga menggerogoti beras. Setidaknya itu yang saya alami beberapa minggu yang lalu. Beras merah yang saya bawa dari kampung halaman diserbu semut hitam.</p>
<p>Weeiss, ikut-ikutan trend makan beras merah niyeee&#8230;.</p>
<p>Wekeke, bukan begitu brow. Ini kebetulan saja karena bapak saya di kampung sono memang menanam varietas padi yang menghasilkan beras merah di sawahnya. Memang sih terpengaruh juga dengan isu betapa bermanfaatnya beras merah bagi kesehatan, sehingga ketika pulang kampung, saya membawa satu kantong plastik ukuran 1 kg. Lumayan kan gak harus beli beras lagi. (catatan: saya ada penanak nasi kecil merk Miyako  di kost).</p>
<p>Nah, beras itu belum sempat saya masukkan ke wadah beras yang biasa saya pakai dan saya taruh begitu saja di atas meja. Baru saya tinggal kerja sehari aja sorenya dah dikerubutin semut itu beras. Ganas juga semutnya, mereka masuk setelah merobek plastik bungkus berasnya.</p>
<p>Bingung saya dibuatnya, bagaimana cara mengusir semut-semut itu. Tik tok tik tok tik tok, begitu kali ya bunyi otak saya berputar mencari solusinya. Beberapa solusi sempat terpikirkan. Saya berfikir untuk merendam berasnya dalam air biar semut-semutnya mengapung. Namun urung saya lakukan karena nanti harus mengeringkan berasnya. Ada pula solusi yang agak kejam: dengan mengsanrai berasnya di atas kompor biar semutnya pada mati, hehehe. Cara inipun tak saya lakukan karena <del>malas membersihkan semut matinya</del> terlalu kejam. Dan ini solusi yang paling ekstrim: dengan membiarkan semut tetap di tempatnya kemudian memasaknya beserta beras tersebut. Hehehe itung-itung sebagai tambahan lauk <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Akhirnya saya coba cara paling sederhana nan coba-coba. Beras itu saya tuang ke atas kertas koran secara merata kemudian saya hembuskan kipas angin kecepatan full kearahnya. Dan WOILLLA!!!! Semut-semut itu lari terbirit-birit pergi menjauhi beras. Dengan begitu, batal lah saya makan nasi merah lauk semut hitam, wkwk</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darisjati.wordpress.com/791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darisjati.wordpress.com/791/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darisjati.wordpress.com/791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darisjati.wordpress.com/791/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/darisjati.wordpress.com/791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/darisjati.wordpress.com/791/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/darisjati.wordpress.com/791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/darisjati.wordpress.com/791/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darisjati.wordpress.com/791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darisjati.wordpress.com/791/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darisjati.wordpress.com/791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darisjati.wordpress.com/791/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darisjati.wordpress.com/791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darisjati.wordpress.com/791/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisjati.wordpress.com&amp;blog=3735744&amp;post=791&amp;subd=darisjati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darisjati.wordpress.com/2012/01/03/mengusir-semut-semut-pemakan-beras/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e24ce7d40490e14c896b40ac0a25aee8?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darisjati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Cara Pemanasan dan Pendinginan Sebelum dan Sesudah Lari</title>
		<link>http://darisjati.wordpress.com/2011/12/27/bagaimana-cara-pemanasan-dan-pendinginan-sebelum-dan-sesudah-lari/</link>
		<comments>http://darisjati.wordpress.com/2011/12/27/bagaimana-cara-pemanasan-dan-pendinginan-sebelum-dan-sesudah-lari/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 12:01:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darisjati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Olah Raga]]></category>
		<category><![CDATA[lari]]></category>
		<category><![CDATA[pemanasan]]></category>
		<category><![CDATA[pendinginan]]></category>
		<category><![CDATA[peregangan]]></category>
		<category><![CDATA[running]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darisjati.wordpress.com/?p=786</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa harus pemanasan dan pendinginan? Lari harus dimulai dengan pemanasan dan diakhiri dengan pendinginan. Mengapa pemanasan dan pendinginan itu begitu penting? Pemanasan yang baik akan melebarkan pembuluh darah kita, memastikan bahwa otot kita disuplai oksigen dengan baik. Pemanasan juga  akan meningkatkan suhu otot-otot kita untuk fleksibilitas dan efisiensi yang optimal. Dengan perlahan-lahan meningkatkan denyut jantung, pemanasan juga <a href="http://darisjati.wordpress.com/2011/12/27/bagaimana-cara-pemanasan-dan-pendinginan-sebelum-dan-sesudah-lari/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisjati.wordpress.com&amp;blog=3735744&amp;post=786&amp;subd=darisjati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengapa harus pemanasan dan pendinginan?</p>
<p>Lari harus dimulai dengan pemanasan dan diakhiri dengan pendinginan. Mengapa pemanasan dan pendinginan itu begitu penting?</p>
<p>Pemanasan yang baik akan melebarkan pembuluh darah kita, memastikan bahwa otot kita disuplai oksigen dengan baik. Pemanasan juga  akan meningkatkan suhu otot-otot kita untuk fleksibilitas dan efisiensi yang optimal. Dengan perlahan-lahan meningkatkan denyut jantung, pemanasan juga membantu meminimalkan tekanan pada jantung ketika kita mulai lari.</p>
<p>Sama pentingnya dengan pemanasan, pendinginan akan menjaga darah terus mengalir ke seluruh tubuh. Menghentikan kegiatan dengan tiba-tiba dapat menyebabkan pusing karena denyut jantung dan tekanan darah turun dengan cepat. Menurunkan intensitas gerakan secara perlahan-lahan memungkinkan denyut jantung dan tekanan darah untuk turun secara bertahap.<span id="more-786"></span></p>
<p>Pemanasan sebelum lari:</p>
<ol>
<li>Waktu yang dibutuhkan untuk pemanasan adalah 5-10 menit</li>
<li>Hindari meregangkan otot yang masih dingin. Jadi <strong>jangan</strong> mulai dengan peregangan.</li>
<li>Awali dengan latihan aerobic ringan untuk mengendurkan dan memanaskan otot2.</li>
<li>Lakukan 5-10 menit jalan cepat, jogging pelan, atau bersepeda di atas sepeda statis.</li>
<li>Pastikan kita tidak terburu2 dalam melakukan pemanasan ini.</li>
<li>Dan kita sudah bisa mulai berlari. Ingat, jangan langsung balapan, mulailah dengan jogging pelan dan secara berangsur-angsur tingkatkan kecepatan.</li>
</ol>
<p>Pendinginan setelah lari:</p>
<ol>
<li>Setelah selesai berlari, lakukan pendinginan dengan cara berjalan atau jogging pelan selama 5-10 menit.</li>
<li>Setelah itu lakukan peregangan otot. Jangan tunggu sampai tubuh kita sudah dingin untuk melakukan peregangan.</li>
<li>Regangkan otot-otot punggung bagian bawah, leher, betis, paha bagian depan (quadriceps) dan belakang (hamstrings), serta selangkangan.</li>
<li><strong>4.     </strong>Lakukan peregangan statis atau gerakan misile (berputar pelan). Jangan pernah melakukan gerakan bouncing (memantul-mantul).<strong></strong></li>
<li>Tahan tiap gerakan peregangan selama 15-30 detik</li>
<li>Lakukan setiap gerakan peregangan satu hingga tiga kali.</li>
<li>Peregangan seharusnya bukanlah gerakan yang menyakitkan. Jangan paksa otot meregang  hingga terasa sakit. Jika terasa sakit, segera hentikan peregangan tersebut.</li>
</ol>
<p>Sumber: diterjemahkan secara bebas dengan penambahan seperlunya dari <a href="http://running.about.com/od/howtorun/ht/warmup.htm" target="_blank">running.about.com</a></p>
<p>Artikel terkait: <a href="http://health.kompas.com/read/2011/12/27/13460881/Jangan.Lakukan.Peregangan.Sebelum.Olahraga" target="_blank">Jangan Lakukan Peregangan sebelum Olahraga</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darisjati.wordpress.com/786/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darisjati.wordpress.com/786/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darisjati.wordpress.com/786/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darisjati.wordpress.com/786/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/darisjati.wordpress.com/786/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/darisjati.wordpress.com/786/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/darisjati.wordpress.com/786/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/darisjati.wordpress.com/786/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darisjati.wordpress.com/786/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darisjati.wordpress.com/786/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darisjati.wordpress.com/786/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darisjati.wordpress.com/786/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darisjati.wordpress.com/786/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darisjati.wordpress.com/786/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisjati.wordpress.com&amp;blog=3735744&amp;post=786&amp;subd=darisjati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darisjati.wordpress.com/2011/12/27/bagaimana-cara-pemanasan-dan-pendinginan-sebelum-dan-sesudah-lari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e24ce7d40490e14c896b40ac0a25aee8?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darisjati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencoba Merubuhkan Mental Block di DOC V 2011</title>
		<link>http://darisjati.wordpress.com/2011/11/30/mencoba-merubuhkan-mental-block-di-doc-v-2011/</link>
		<comments>http://darisjati.wordpress.com/2011/11/30/mencoba-merubuhkan-mental-block-di-doc-v-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 10:15:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darisjati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Orienteering]]></category>
		<category><![CDATA[Dinamik]]></category>
		<category><![CDATA[DOC V 2011]]></category>
		<category><![CDATA[orienteering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darisjati.wordpress.com/?p=772</guid>
		<description><![CDATA[Ini pertama kalinya saya mengikuti Dinamik Orienteering Competition. Kejuaraan Orienteering ini diselenggarakan oleh Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta, tanggal 27 November 2011 di Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Dalam lomba ini sepertinya sayalah peserta paling tua, hahaha Lomba ini luar biasa menguras tenaga, seperti info yang saya terima sebelumnya. Lomba orienteering <a href="http://darisjati.wordpress.com/2011/11/30/mencoba-merubuhkan-mental-block-di-doc-v-2011/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisjati.wordpress.com&amp;blog=3735744&amp;post=772&amp;subd=darisjati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini pertama kalinya saya mengikuti Dinamik Orienteering Competition. Kejuaraan Orienteering ini diselenggarakan oleh Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta, tanggal 27 November 2011 di Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Dalam lomba ini sepertinya sayalah peserta paling tua, hahaha</p>
<p>Lomba ini luar biasa menguras tenaga, seperti info yang saya terima sebelumnya.</p>
<p>Lomba orienteering ini menggunakan system score event dua babak, babak penyisihan dan babak final.</p>
<p>Babak penyisihan terdiri dari 14 titik point dengan waktu 2 jam. Sedangkan babak final terdiri dari 10 point dengan waktu 1 jam.</p>
<p>Lomba ini diikuti oleh 41 team dari Jawa – Madura, yang masing-masing team terdiri dari 2 orang.</p>
<p>Hanya 19 team dari 41 team tersebut yang berhak maju ke babak final.</p>
<p>Sudah kami duga sejak awal, pemenang lomba ini akan sangat ditentukan oleh endurance team peserta. Bayangkan saja, 14 titik point harus kami temukan dalam waktu kurang dari 2 jam. Lomba-lomba yang lain biasanya menyediakan waktu 3,5 hingga 4 jam untuk 20 titik. Itupun hanya berlangsung satu putaran saja.</p>
<p>Jika mampu melewati babak penyisihan, peserta akan diadu lagi untuk mencari 10 titik point hanya dalam waktu satu jam.</p>
<p>Praktis, para peserta dituntut untuk mengatur strategi yang tepat untuk bisa menghemat tenaga di babak penyisihan.</p>
<p>Dalam prakteknya, sangat susah bagi kami untuk mengatur strategi tersebut. Pasalnya, kami tak bisa mengukur, berapa titik point minimal yang harus kami dapatkan untuk bisa lolos ke babak final.</p>
<p>Alhasil, satu-satunya cara adalah berusaha mencari point sebanyak-banyaknya pada babak penyisihan sebagai modal untuk melaju ke babak final.</p>
<p>Mungkin tak menjadi masalah bagi Gokong, rekan seteam saya, untuk berlari sepanjang lomba. Maklum dalam 3 bulan terakhir dia tanpa putus terus berlatih fisik sebagai rangkaian program Elbrus dan program acara ketangkasan di Malaysia.  Dua minggu terakhir bahkan dia berlatih secara intensif di perbukitan Menoreh, kawasan angker dan wingit di Kabupaten Magelang <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> .<span id="more-772"></span></p>
<p>Sepanjang lomba dia “ethes” terus berlari tanpa mengenal lelah.</p>
<p>Saya berusaha mengimbangi kekuatan fisiknya, tapi apa daya, persiapan yang minim lagi-lagi membuat fisik saya kedodoran. Saya baru mulai jogging hari selasa, 5 hari sebelum lomba. Kalo Faktor U, saya kira tidak begitu berpengaruh, hehehe *gak mau kalah sama anak muda</p>
<p>Berkali-kali saya harus menelan bentakan dari gokong karena saya tertinggal jauh darinya. Bagian paling berat saya rasakan kira-kira sekitar 2 km terakhir sebelum finish babak penyisihan. Beberapa kali saya “ngebrok” di tengah jalan. Teriakan-teriakan penyemangat dari gokong sudah tidak mempan lagi. Muatan air di tas ransel runner yang kelebihan beban sudah saya buang. Satu kemasan balsem yang sebenarnya tidak terlalu berat sudah saya “lempar’’ ke Gokong, tapi tetep saja, kaki ini masih begitu berat untuk diayunkan. Apalagi saat harus potong kompas, menyeberangi jurang yang cukup curam, 100 meter menjelang finish. Saya naik dari dasar jurang sambil merangkak, hehehe.</p>
<p>Dengan berlari pelan menahan kram di betis dan di paha, akhirnya garis finish babak penyisihan bisa kami lalui, 3 menit sebelum batas waktunya. Kami masuk urutan ke lima, dengan selisih nilai 50 dari peringkat pertama.</p>
<p>Sebenarnya kondisi fisik seperti yang saya alami juga dialami team-team lain. Bahkan saya melihat ada salah satu peserta yang menarik teman satu teamnya dengan bantuan ranting pohon yang panjang, wkwk, ada-ada saja. Ada juga team dari resimen mahasiswa yang langsung ambruk pingsan dan harus digotong team medis begitu menyentuh garis finish.</p>
<p>Sebenarnya batas fisik saya masih jauh, saya masih belum pingsan seperti yang dialami peserta dari menwa tadi. Kram di betis dan paha juga belum mampu menghentikan ayunan langkah. Logikanya, batas fisik kita adalah pingsan dan kram akut hingga kita gak mampu lagi bergerak. Hanya saja, mental block yang menghalangi saya untuk terus berlari.</p>
<p>Mental block semacam itu yang sangat terasa saat babak final. Mental down setelah cukup lama kesasar ikut berpengaruh kepada semangat berlari. Hampir tiga puluh menit kami muter-muter area tanpa kunjung menemukan titik yang kami cari.</p>
<p>Berlari pada trek menanjak di bawah terik matahari jam 1 siang adalah ujian mental yang cukup menantang.</p>
<p>Hati kecil pingin terus berlari</p>
<p>“Ayooo lari terusssss”</p>
<p>Tapi di sisi lain, ada jeritan otot-otot kaki yang menuntut untuk berjalan pelan saja</p>
<p>“Jalan sebentar dong, capek neeh, sebentarrrr saja”</p>
<p>Dan perang batin ini terus berlangsung sepanjang babak final.</p>
<p>Ingin rasanya tuk berhenti, dan menyerah pada suatu titik. Apalagi saat ada motor melintas di depan kita, pingin memanggil sang pengendara dan ikut numpang ke garis finish <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Pada akhirnya mental block itu masih kuat berdiri, tak mampu saya robohkan. Kami hanya menemukan 4 titik point di babak final, plus keterlambatan 2 menit. Usaha gigih di babak penyisihan seperti terhapus begitu saja. Kami sekedar mendapat peringkat 12.</p>
<p>Di final ini ada dua team yang bisa menemukan 9 point. Salah satunya team dari Makopala Universitas Budi Luhur. Team ini sedang berusaha menuju garis finish ketika langkah mereka harus terhenti  1 km sebelum finish karena salah satu anggota teamnya terserang kram akut. Akibatnya, mereka tak bisa berlari lagi dan akhirnya harus kena penalty keterlambatan 11 menit.</p>
<p>Sedang team yang satunya adalah team Brahmahardhika UNS, di mana salah satu anggota teamnya ambruk tersungkur begitu menyentuh garis finish dengan keterlambatan 5 menit.</p>
<p>Jadi, maafkan saya yang belum pingsan dan belum kram tapi tidak juara.</p>
<p>Tahun depan ikut orienteering lagi yuuk . Ada seri lomba Orienteering di tahun 2012 dalam Liga O dengan system cross country perorangan.</p>
<p>Man behind the scene:</p>
<p>+ Teplok “Baru Klinthing” Azys Maghfur, sebagai official yang telah menjalankan tugasnya dengan baik. Menjemput team, menyediakan logistic dengan Cuma-Cuma (gulai mentog, mentog goreng, nasi satu rantang besar,  nangka dan mangga), sebagai tukang urut dadakan sekaligus sebagai fotografer amatir.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darisjati.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darisjati.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darisjati.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darisjati.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/darisjati.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/darisjati.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/darisjati.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/darisjati.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darisjati.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darisjati.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darisjati.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darisjati.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darisjati.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darisjati.wordpress.com/772/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisjati.wordpress.com&amp;blog=3735744&amp;post=772&amp;subd=darisjati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darisjati.wordpress.com/2011/11/30/mencoba-merubuhkan-mental-block-di-doc-v-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e24ce7d40490e14c896b40ac0a25aee8?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darisjati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>OFFICIAL WEBSITE SSB BINA TARUNA RAWAMANGUN</title>
		<link>http://darisjati.wordpress.com/2011/11/30/official-website-ssb-bina-taruna-rawamangun/</link>
		<comments>http://darisjati.wordpress.com/2011/11/30/official-website-ssb-bina-taruna-rawamangun/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 04:33:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darisjati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Olah Raga]]></category>
		<category><![CDATA[Bina Taruna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darisjati.wordpress.com/?p=768</guid>
		<description><![CDATA[Kamis, 24 November 2011, SSB Bina Taruna Rawamangun, Jakarta Timur, merilis website resminya yang beralamatkan di www.binataruna-indonesia.com. Pracoyo, sebagai ketua SSB Bina Taruna mengatakan, dengan adanya website ini diharapkan akan lebih mengenalkan dan mendekatkan SSB Bina Taruna ke masyarakat di seluruh Indonesia.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisjati.wordpress.com&amp;blog=3735744&amp;post=768&amp;subd=darisjati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kamis, 24 November 2011, SSB Bina Taruna Rawamangun, Jakarta Timur, merilis website resminya yang beralamatkan di <a title="SSB Bina Taruna" href="http://binataruna-indonesia.com/" target="_blank"><span style="text-decoration:underline;"><strong>www.binataruna-indonesia.com</strong></span></a><a>.</a></p>
<div id="attachment_769" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://darisjati.files.wordpress.com/2011/11/homeweb.png"><img class="size-medium wp-image-769" title="homeweb" src="http://darisjati.files.wordpress.com/2011/11/homeweb.png?w=300&#038;h=174" alt="" width="300" height="174" /></a><p class="wp-caption-text">Halaman Muka</p></div>
<p>Pracoyo, sebagai ketua SSB Bina Taruna mengatakan, dengan adanya website ini diharapkan akan lebih mengenalkan dan mendekatkan SSB Bina Taruna ke masyarakat di seluruh Indonesia.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darisjati.wordpress.com/768/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darisjati.wordpress.com/768/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darisjati.wordpress.com/768/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darisjati.wordpress.com/768/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/darisjati.wordpress.com/768/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/darisjati.wordpress.com/768/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/darisjati.wordpress.com/768/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/darisjati.wordpress.com/768/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darisjati.wordpress.com/768/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darisjati.wordpress.com/768/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darisjati.wordpress.com/768/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darisjati.wordpress.com/768/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darisjati.wordpress.com/768/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darisjati.wordpress.com/768/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisjati.wordpress.com&amp;blog=3735744&amp;post=768&amp;subd=darisjati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darisjati.wordpress.com/2011/11/30/official-website-ssb-bina-taruna-rawamangun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e24ce7d40490e14c896b40ac0a25aee8?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darisjati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://darisjati.files.wordpress.com/2011/11/homeweb.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">homeweb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PT KAI, Terus Berbenah</title>
		<link>http://darisjati.wordpress.com/2011/11/23/pt-kai-terus-berbenah/</link>
		<comments>http://darisjati.wordpress.com/2011/11/23/pt-kai-terus-berbenah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 10:40:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darisjati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menuju Indonesia Beradab]]></category>
		<category><![CDATA[kereta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darisjati.wordpress.com/?p=765</guid>
		<description><![CDATA[Logo baru, lagu baru dan peraturan-peraturan baru, inilah wajah PT KAI tahun ini. Peraturan untuk kereta jarak jauh banyak yang berubah. Peraturan yang berubah drastis antara lain tarif reduksi 50% untuk anggota TNI &#8211; POLRI, larangan pengantar masuk ke peron dan tentu saja yang paling mencolok adalah peniadaan tiket tanpa tempat duduk. Saya rasa semua <a href="http://darisjati.wordpress.com/2011/11/23/pt-kai-terus-berbenah/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisjati.wordpress.com&amp;blog=3735744&amp;post=765&amp;subd=darisjati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Logo baru, lagu baru dan peraturan-peraturan baru, inilah wajah PT KAI tahun ini.</p>
<p>Peraturan untuk kereta jarak jauh banyak yang berubah. Peraturan yang berubah drastis antara lain tarif reduksi 50% untuk anggota TNI &#8211; POLRI, larangan pengantar masuk ke peron dan tentu saja yang paling mencolok adalah peniadaan tiket tanpa tempat duduk.</p>
<p>Saya rasa semua peraturan itu dimaksudkan untuk memberi jaminan keamanan dan kenyamanan bagi para penumpang. Selama ini, jumlah penumpang yang melebihi kapasitas sering dituding sebagai penyebab seringnya kereta mengalami anjlok. Penumpang yang berjubel di sambungan antar gerbong juga rawan menjadi korban kecelakaan.</p>
<p>Efek dari perubahan peraturan ini langsung bisa kita lihat, penumpang tanpa tiket berkurang drastis. Jika dulu banyak penumpang duduk berjubel di lantai dan sambungan antar gerbong, maka kini troli yang berisi snack dan minuman ringan bisa lancar berjalan menyusuri lorong-lorong sepanjang gerbong.</p>
<p>Hanya sayangnya, peraturan itu mengabaikan sebagian penumpang kereta api yang selama ini setia dengan layanan moda transportasi ini meskipun harus berdiri atau duduk selonjoran di lantai kereta. Dengan berlakunya peraturan baru itu, kapasitas angkut kereta menurun drastis, banyak calon penumpang yang tidak kebagian tiket.</p>
<p>Saya sendiri yang selama ini memilih kereta sebagai sarana transportasi, kesulitan untuk memperoleh tiket. Jangan harap bisa membeli tiket di hari keberangkatan, khususnya untuk akhir pekan. Kalau dulu calon penumpang masih bisa mengandalkan tiket tanpa tempat duduk, sekarang siap-siaplah tuk gigit jari.</p>
<p>Lalu, kemana sebagian penumpang itu dilimpahkan? Tak ada solusi dari PT KAI, tak ada penambahan armada atau gerbong untuk menampung sisa penumpang yang tak memperoleh tiket. Sementara ini mereka beralih ke moda transportasi lain, dan bis menjadi pilihan pengganti.</p>
<p>Satu-satunya cara untuk memperoleh tiket kereta adalah merencanakan kepergian anda jauh-jauh hari dan segera membeli tiketnya. Membeli tiket satu minggu sebelum keberangkatan bukan jaminan kita akan mendapatkan tiketnya, apalagi beli tiket di hari keberangkatan.</p>
<p>Saya berharap kedepannya PT KAI menambah banyak armada untuk melayani calon penumpang yang belum bisa terpenuhi. Jalur ganda sudah banyak dibangun, kini saatnya PT KAI mengimbanginya dengan menambah jadwal kereta, bukan malah menguranginya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darisjati.wordpress.com/765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darisjati.wordpress.com/765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darisjati.wordpress.com/765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darisjati.wordpress.com/765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/darisjati.wordpress.com/765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/darisjati.wordpress.com/765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/darisjati.wordpress.com/765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/darisjati.wordpress.com/765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darisjati.wordpress.com/765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darisjati.wordpress.com/765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darisjati.wordpress.com/765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darisjati.wordpress.com/765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darisjati.wordpress.com/765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darisjati.wordpress.com/765/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisjati.wordpress.com&amp;blog=3735744&amp;post=765&amp;subd=darisjati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darisjati.wordpress.com/2011/11/23/pt-kai-terus-berbenah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e24ce7d40490e14c896b40ac0a25aee8?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darisjati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Spesial Sambel Bawang Mas Kobis, Jl. Alamanda</title>
		<link>http://darisjati.wordpress.com/2011/11/14/spesial-sambel-bawang-mas-kobis-mrican/</link>
		<comments>http://darisjati.wordpress.com/2011/11/14/spesial-sambel-bawang-mas-kobis-mrican/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Nov 2011 07:48:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darisjati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fuuud]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[sambel bawang]]></category>
		<category><![CDATA[mrican]]></category>
		<category><![CDATA[selokan mataram]]></category>
		<category><![CDATA[uny]]></category>
		<category><![CDATA[karang malang]]></category>
		<category><![CDATA[ayam penyet jogja]]></category>
		<category><![CDATA[ayam gepuk]]></category>
		<category><![CDATA[mas kobis]]></category>
		<category><![CDATA[ayam goreng]]></category>
		<category><![CDATA[terong penyet]]></category>
		<category><![CDATA[mas kubis]]></category>
		<category><![CDATA[warung mas kubis]]></category>
		<category><![CDATA[warung makan mas kobis]]></category>
		<category><![CDATA[special sambal bawang mas kobis]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner jogja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://darisjati.wordpress.com/2011/11/14/spesial-sambel-bawang-mas-kobis-mrican/</guid>
		<description><![CDATA[Anda suka masakan pedas, penggemar sambal bawang ekstra pedas dan sedang berada di Jogja? Warung makan yang satu ini wajib dicoba. &#8220;Special sambal bawang Mas Kobis&#8221;, warungnya sederhana sekali, hanya berupa lapak dengan atap tanpa dinding. Letaknya di Jl Alamanda, kampung Mrican, sebelah selatan Selokan Mataram, tepatnya di sebuah jalan kecil, sebelah timur fakultas teknik <a href="http://darisjati.wordpress.com/2011/11/14/spesial-sambel-bawang-mas-kobis-mrican/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisjati.wordpress.com&amp;blog=3735744&amp;post=743&amp;subd=darisjati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://beritadaerah.com/admin/images/data/33809/cabe3.jpg"><img class="aligncenter" title="http://beritadaerah.com" src="http://beritadaerah.com/admin/images/data/33809/cabe3.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p>Anda suka masakan pedas, penggemar sambal bawang ekstra pedas dan sedang berada di Jogja? Warung makan yang satu ini wajib dicoba.<br />
&#8220;Special sambal bawang Mas Kobis&#8221;, warungnya sederhana sekali, hanya berupa lapak dengan atap tanpa dinding. Letaknya di Jl Alamanda, kampung Mrican, sebelah selatan Selokan Mataram, tepatnya di sebuah jalan kecil, sebelah timur fakultas teknik UNY Karang Malang.<br />
Apa yang istimewa dari warung ini? Yang jelas bukan tempatnya, karena tempatnya minimalis. Juga bukan variasi menunya karena warung ini hanya menyediakan ayam/telur/ati-ampela/tahu-tempe/terong penyet. Apalagi minumnya, cuma es teh dan es jeruk aja. Terus apa dong yang jadi andalan?<br />
Dari namanya sudah jelas, warung ini berjaya karena sambel bawangnya yang spesial. Ada yang belum tahu sambel bawang itu apa? Sambel bawang adalah sambel yang paling sederhana. Cukup cabe segar, bawang putih segar, garam dan sedikit msg sudah bisa bikin lidah bergoyang nikmat.<span id="more-743"></span><br />
Sambel bawang juga yg telah mengangkat nama Bebek Goreng H Slamet yg tersohor itu. Bedanya, H Slamet menggunakan branding sambel korek, dengan tambahan minyak goreng pada sambelnya.<br />
Kembali ke Mas Kobis yang asli Gunungkidul, racikan bumbu yang pas dan teknik menguleg yang entah bagaimana menghasilkan rasa sambal yang luar biasa wenaknya.<br />
Sambal baru dibikin setelah ada pesanan, sehingga kesegarannya terjamin. Jadi tak ada yang namanya &#8220;mambu lumpang&#8221; (istilah untuk sambel yang sudah lama/tidak segar sehingga rasanya sudah tidak menggiurkan lagi). Setiap pembeli bisa memesan berapa biji cabe rawit yang akan digunakan. Waktu itu saya lihat ada pembeli yang memesan 10 biji cabai untuk pesanannya. Bahkan, ada yang pernah memesan <span style="color:#ff0000;"><strong><a title="orang gila makan cabe" href="http://ditter.wordpress.com/2010/05/17/orang-gila-makan-cabe/#more-1056" target="_blank"><span style="color:#ff0000;">20 cabai</span></a></strong></span>, 25  cabai, <span style="color:#ff0000;"><strong><a title="penyetan mas kobis" href="http://mahasiswajogjamaumakan.blogspot.com/2010/06/penyetan-mas-kobis.html" target="_blank"><span style="color:#ff0000;">30 cabai</span></a></strong></span>, bahkan konon katanya <span style="color:#ff0000;"><strong><a title="Jogja kuliner @ penyetan mas kobis" href="http://cupcakerinamutz.blogspot.com/2011/05/kuliner-jogja-penyetan-mas-kobis.html" target="_blank"><span style="text-decoration:underline;color:#ff0000;">100 cabai</span></a></strong></span> (rekor neeh) untuk seporsi ayam penyetnya, wah wah wah. Kalau saya sendiri cukup satu cabai saja karena perut sedang bermasalah, itupun sudah cukup menyengat lidah karena cabai yg digunakan adalah cabai rawit &#8220;montok&#8221; yg super pedasS.<br />
Mas Kobis menggunakan tempat ulegan dari tanah liat ukuran sedang yang hanya cukup untuk dua porsi saja sekali uleg. Setelah sambel selesai diracik dan diuleg, ayam goreng atau bahan lainnya kemudian di geprek /digepuk di atas sambel dalam ulegan hingga remuk.<br />
Pembeli harus antri dengan menuliskan pesanannya di secarik kertas. Harus sedikit sabar karena pembelinya banyak sekali, sementara penguleg sambelnya hanya satu orang.<br />
Warung ini tak pernah sepi pembeli dari mulai buka pukul 10 siang hari hingga malam hari. Awalnya warung ini hanya buka malam hari, tapi dengan membanjirnya pembeli akhirnya buka dari siang hari. Pembelinya rata-rata para mahasiswa di seputaran UNY dan UGM. Pembeli yang makan di tempat bisa memilih makan di meja atau lesehan di gardu ronda sebelah warung.<br />
Untuk harganya, cukup bersahabat dengan kantong. Saya memesan 2 (dua) porsi ayam goreng + tempe + terong + lalapan beserta satu porsi nasi dihargai 17.500 rupiah saja.</p>
<p>Spesial Sambel Bawang Mas Kobis</p>
<p>Lokasi: Jl. Alamanda, Mrican (Selatan Selokan Mataram, Kampus UNY Karang Malang, Jogja). Dari jalan Gejayan belok ke barat menyusuri selokan Mataram, belok lagi ke selatan di persimpangan pertama (sebelah timur bengkel FT UNY). Warung di sebelah barat jalan, deket pos ronda.</p>
<p>Menu: Ayam gepuk/penyet, ikan nila-lele penyet, telur penyet, ati-ampela penyet, tahu-tempe penyet, terong penyet dan kombinasinya.</p>
<p>Harga: Ayam gepuk sambel bawang + nasi + tempe goreng + terong goreng + lalapan Rp 9.500</p>
<p>Referensi:</p>
<h3><span style="color:#ff0000;"><a href="http://aline-aline-aline.blogspot.com/2011/02/pedasnya-penyetan-mas-kobis.html" target="_blank"><span style="color:#ff0000;">Pedasnya Penyetan Mas Kobis</span></a></span></h3>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong><a href="http://amaliarosa.multiply.com/reviews/item/1" target="_blank"><span style="color:#ff0000;">Warung Mas Kubis</span></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong><a href="http://twicsy.com/i/mkwUu" target="_blank"><span style="text-decoration:underline;color:#ff0000;">(Gambar) Ulekan mawut mas kobis</span></a></strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darisjati.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darisjati.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darisjati.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darisjati.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/darisjati.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/darisjati.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/darisjati.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/darisjati.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darisjati.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darisjati.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darisjati.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darisjati.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darisjati.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darisjati.wordpress.com/743/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisjati.wordpress.com&amp;blog=3735744&amp;post=743&amp;subd=darisjati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darisjati.wordpress.com/2011/11/14/spesial-sambel-bawang-mas-kobis-mrican/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e24ce7d40490e14c896b40ac0a25aee8?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darisjati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beritadaerah.com/admin/images/data/33809/cabe3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">http://beritadaerah.com</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Never Give Up -Self Motivation-</title>
		<link>http://darisjati.wordpress.com/2011/11/08/never-give-up-self-motivation/</link>
		<comments>http://darisjati.wordpress.com/2011/11/08/never-give-up-self-motivation/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 22:04:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darisjati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://darisjati.wordpress.com/2011/11/08/never-give-up-self-motivation/</guid>
		<description><![CDATA[Jangan menyerah kalau kata D&#8217;massive. &#8220;Never never give up&#8221; balas Mas Ade Hidayat. Pfuff, entahlah&#8230;Yang pasti kegagalan ini memukul telak ambisiku. Beda dengan kegagalan-kegagalan sebelumnya, yang ini begitu menyesakkan. Mimpi untuk kuliah di UGM yg ada di depan mata harus tertunda. Ada keinginan untuk berhenti mengejar mimpi itu pada titik ini. Cukuplah sampai di sini <a href="http://darisjati.wordpress.com/2011/11/08/never-give-up-self-motivation/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisjati.wordpress.com&amp;blog=3735744&amp;post=741&amp;subd=darisjati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan menyerah kalau kata D&#8217;massive. &#8220;Never never give up&#8221; balas Mas Ade Hidayat.<br />
Pfuff, entahlah&#8230;Yang pasti kegagalan ini memukul telak ambisiku. Beda dengan kegagalan-kegagalan sebelumnya, yang ini begitu menyesakkan. Mimpi untuk kuliah di UGM yg ada di depan mata harus tertunda. </p>
<p>Ada keinginan untuk berhenti mengejar mimpi itu pada titik ini. Cukuplah sampai di sini saya mencoba? Apakah ini saatnya tuk berdamai dengan keadaan?</p>
<p>Di sisi lain, ini bertentangan dengan apa yg selalu saya tuliskan di mana-mana. Sangat tidak fair jika saya selalu menggembor-gemborkan semangat pantang menyerah, tapi saya sendiri justru mudah menyerah.</p>
<p>Jadi, saya akan terus mencobanya. Saya akan kembali dengan persiapan matang, dengan amunisi penuh. Do&#8217;akan dan dukung saya kawan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>-Senja Jogja, 9 Nopembria-<br />
*The Scholarship Hunter*</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darisjati.wordpress.com/741/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darisjati.wordpress.com/741/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darisjati.wordpress.com/741/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darisjati.wordpress.com/741/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/darisjati.wordpress.com/741/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/darisjati.wordpress.com/741/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/darisjati.wordpress.com/741/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/darisjati.wordpress.com/741/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darisjati.wordpress.com/741/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darisjati.wordpress.com/741/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darisjati.wordpress.com/741/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darisjati.wordpress.com/741/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darisjati.wordpress.com/741/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darisjati.wordpress.com/741/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisjati.wordpress.com&amp;blog=3735744&amp;post=741&amp;subd=darisjati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darisjati.wordpress.com/2011/11/08/never-give-up-self-motivation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e24ce7d40490e14c896b40ac0a25aee8?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darisjati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hujan di Awal Musim</title>
		<link>http://darisjati.wordpress.com/2011/10/29/hujan-di-awal-musim/</link>
		<comments>http://darisjati.wordpress.com/2011/10/29/hujan-di-awal-musim/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Oct 2011 10:14:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darisjati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kenangan yang Terserak]]></category>
		<category><![CDATA[belalang]]></category>
		<category><![CDATA[Gunungkidul]]></category>
		<category><![CDATA[kebun jagung]]></category>
		<category><![CDATA[musim hujan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darisjati.wordpress.com/?p=737</guid>
		<description><![CDATA[Mendengar berita, kampung halaman sudah mulai masuk musim hujan. Alhamdulillah, tanah kering akan segera menghijau, hutan jati meranggas akan segera menyemi kembali. Ladang-ladang bertanah merah yang telah dibalik tanahnya segera bisa ditanami dengan bibit-bibit padi, jagung, ketela, dan beragam palawija. Hujan di awal musimnya adalah euforia luar biasa bagi masyarakat gunungkidul, menandai dimulainya musim tanam <a href="http://darisjati.wordpress.com/2011/10/29/hujan-di-awal-musim/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisjati.wordpress.com&amp;blog=3735744&amp;post=737&amp;subd=darisjati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mendengar berita, kampung halaman sudah mulai masuk musim hujan. Alhamdulillah, tanah kering akan segera menghijau, hutan jati meranggas akan segera menyemi kembali. Ladang-ladang bertanah merah yang telah dibalik tanahnya segera bisa ditanami dengan bibit-bibit padi, jagung, ketela, dan beragam palawija.</p>
<p>Hujan di awal musimnya adalah euforia luar biasa bagi masyarakat gunungkidul, menandai dimulainya musim tanam baru. Maklum saja sebagian besar masyarakatnya adalah petani ladang tadah hujan.</p>
<p>Simpanan bibit pilihan yang telah lama disiapkan segera mereka keluarkan. Untaian jagung yang berada di lumbung segera dipipil, pun begitu dengan untaian padi gogo, siap untuk disebar di ladang. Bibit ketimun, koro, benguk, gambas, dan tanaman rambat lain menyusul tuk ditanam di pekarangan.<span id="more-737"></span></p>
<p>Pagi hari setelah hujan deras pertama yang benar-benar deras, para petani berbondong-bondong menuju ladang, siap menebar bibit. Sebuah pemandangan menarik yang bisa ditemui disetiap sudut desa. Konon katanya, dahulu pada jaman awal orde baru, hari itu semua sekolah diliburkan, murid-murid dipersilahkan membantu orangtuanya menebar bibit di ladang.</p>
<p>Musim penghujan meninggalkan momen-momen manis bagi saya. Saat kecil dulu, saya ikut hanyut oleh euforia menyambut datangnya musim hujan. Bermain bajak tanah dan menanam jagung di kebun mini di samping rumah adalah sebagian momen indah yang tak akan pernah terlupa. Kebun jagung itu yang akan kami amati terus dari hari kehari setiap kali pulang dari sekolah. Riang luar biasa ketika biji jagungnya mulai tumbuh dan daun hijau mudanya menyeruak ke permukaan tanah. Sebaliknya, sedih luar biasa jika melihat kuncup-kuncup muda daun jagungnya habis dipatok ayam <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Berhujan-hujanan di sawah, mengejar burung dan belalang yang kesulitan terbang akibat kuyub air di bulu-bulunya  adalah kegiatan yang sangat mengasyikkan bagi kami anak-anak kecil. Dan seringkali momen-momen itu diakhiri dengan berkumpulnya keluarga: adik-kakak-bapak-ibuk-simbah kakung-putri di pawon, membakar jagung atau bikin sambel bawang sego thiwul sambil menikmati curahan air hujan yang tak terhenti.</p>
<p>Sungguh, musim hujan di kampung adalah momen luar biasa yang sangat saya rindukan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darisjati.wordpress.com/737/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darisjati.wordpress.com/737/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darisjati.wordpress.com/737/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darisjati.wordpress.com/737/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/darisjati.wordpress.com/737/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/darisjati.wordpress.com/737/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/darisjati.wordpress.com/737/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/darisjati.wordpress.com/737/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darisjati.wordpress.com/737/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darisjati.wordpress.com/737/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darisjati.wordpress.com/737/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darisjati.wordpress.com/737/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darisjati.wordpress.com/737/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darisjati.wordpress.com/737/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisjati.wordpress.com&amp;blog=3735744&amp;post=737&amp;subd=darisjati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darisjati.wordpress.com/2011/10/29/hujan-di-awal-musim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e24ce7d40490e14c896b40ac0a25aee8?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darisjati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Drama Jalanan Ibukota</title>
		<link>http://darisjati.wordpress.com/2011/09/28/drama-jalanan-ibukota/</link>
		<comments>http://darisjati.wordpress.com/2011/09/28/drama-jalanan-ibukota/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2011 06:49:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darisjati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menguliti Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jekardah]]></category>
		<category><![CDATA[road rage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darisjati.wordpress.com/?p=715</guid>
		<description><![CDATA[Petang itu jalan Pejompongan sedang macet-macetnya. Ketika sedang &#8220;enak-enaknya&#8221; menembus kemacetan parah itu untuk menuju Senayan, terlihat dua orang wanita saling bentak di depan saya. Mereka sama-sama naik motor, beriringan depan-belakang. Perempuan yang berada didepan turun dari motornya, menstandarkan (apa ya bahasa indonesianya &#8220;nyetandarke&#8221;? wekeke), menyambangi wanita di belakangnya kemudian mendampratnya dengan makian. Rupanya roda <a href="http://darisjati.wordpress.com/2011/09/28/drama-jalanan-ibukota/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisjati.wordpress.com&amp;blog=3735744&amp;post=715&amp;subd=darisjati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Petang itu jalan Pejompongan sedang macet-macetnya. Ketika sedang &#8220;enak-enaknya&#8221; menembus kemacetan parah itu untuk menuju Senayan, terlihat dua orang wanita saling bentak di depan saya. Mereka sama-sama naik motor, beriringan depan-belakang. Perempuan yang berada didepan turun dari motornya, menstandarkan (apa ya bahasa indonesianya &#8220;nyetandarke&#8221;? wekeke), menyambangi wanita di belakangnya kemudian mendampratnya dengan makian. Rupanya roda belakangnya barusan kena senggol motor di belakangnya.<span id="more-715"></span></p>
<p>Tak mau disalahkan begitu saja, wanita yang belakang ganti menyalahkan wanita yang mendampratnya itu. Dia merasa tak bersalah, justru pengendara yang depan yang ngerem mendadak. Cekcok semakin seru keti wanita yang didepan menggebrak lampu depan motor dan menendang roda motor lawannya.</p>
<p>Percekcokan kemudian berakhir karena para pengendara di belakang sudah semakin sewot karena jalan mereka terhalangi. Rame-rame mereka berteriak &#8221;woiii, jalan woiii&#8221;, sambil membunyikan klakson.</p>
<p>Jalanan yang macet dan kondisi fisik yang capek memang formula yang ampuh tuk menaikkan emosi jiwa. Saya sendiri pernah mengalaminya di kawasan Kebayoran baru selepas maghrib. Saat itu roda depan saya menyenggol spatboard roda belakang motor di depan saya. Karenan menganggap sudah biasa kejadian semacam itu ketika macet mendera, saya tidak meminta maaf. Tak di sangka kaki pengendara motor tersebut menjulur ke belakang dan balas menendang roda motor saya. Tak ingin panjang urusan, saya diamkan saja. Ego saya juga juga yang membuat saya tak lantas meminta maaf.</p>
<p>Cerita drama di jalanan lainnya yang sempat tertangkap mata saya terjadi di jalan tol JORR TB Simatupang pada bulan Maret lalu. Saat itu saya baru saja turun dari mobil tumpangan gratis yang menurunkan saya (secara ilegal, hehe) di dekat pintu tol Pondok Indah. Dua arah jalan tol dalam kondisi lancar jaya ketika tiba-tiba terdengar decit rem mobil dari tol di seberang.</p>
<p>ciiiiiiit, ciiiiiiiiiit, brakkkkkk</p>
<p>Dua mobil berhenti dengan tiba-tiba di ruas jalan paling kanan, tol arah Pondok Indah-Pasar Rebo. Mobil yang belakang sempat menabrak bagian belakang mobil di depannya. Rupanya pengemudi yang depan kaget dengan mobil yang mengerem mendadak di depannya. Ia ikut-ikutan mengerem mendadak, alhasil bagian belakang mobilnya diseruduk mobil dibelakangnya.</p>
<p>Masing-masing pengemudinya kemudian keluar dari mobil, memeriksa akibat dari tabrakan tadi. Pengemudi yang depan adalah bapak-bapak setengah baya, kurus dan rambutnya dah memutih. Sedangkan pengemudi mobil belakang berbadan besar, berkaos singlet yang menampakkan tato di badannya.</p>
<p>&#8220;Waduh, kalau berantem pasti kalah neeh bapak yang kurus itu&#8221;, pikir saya. Saya sempat menduga kalau pengemudi mobil yang belakang akan marah-marah.</p>
<p>Tapi ternyata yang terjadi diluar perkiraan saya. Setelah memeriksa kondisi kedua mobil, mereka tersenyum, bersalaman, dan saling berpelukan. Pria bertato itu pula yang memulakan membuka lengannya mengajak berpelukan.</p>
<p>Mungkin saja mereka masih sangat bersyukur diberi keselamatan. Kondisi jalan tol yang ramai lancar saat itu memang memberi kesempatan kepada tiap pengemudi untuk melajukan mobil sekencang-kencangnya. Hal itu tentu saja bisa mengakibatkan kondisi yang lebih buruk, yakni tabrakan berantai. Untunglah hal itu tak terjadi.</p>
<p>Mereka kemudian masuk kembali ke mobil masing-masing dan menjalankan kembali kendaraannya. Sungguh pemandangan yang mengharukan.</p>
<p>Mengapa saya berprasangka buruk kepada mereka? Tak lain karena adanya cerita yang tersebar luas di milis-milis dan blog beberapa tahun yang lalu yang menceritakan betapa ugal-ugalannya pengendara mobil di Jakarta ini. Ceritanya bisa dibaca di blognya <a href="http://ip.sg.or.id/2006/05/30/kasus-road-rage-di-jakarta/" target="_blank">Pak Indra Pramana</a> atau <a href="http://priyadi.net/archives/2006/05/31/b-8679-pb/" target="_blank">Pak Priyadi</a>. Sangat prihatin membaca cerita itu, apalagi peristiwanya melibatkan salah satu senior saya di kampus dan STAPALA, hihihi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darisjati.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darisjati.wordpress.com/715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darisjati.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darisjati.wordpress.com/715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/darisjati.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/darisjati.wordpress.com/715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/darisjati.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/darisjati.wordpress.com/715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darisjati.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darisjati.wordpress.com/715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darisjati.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darisjati.wordpress.com/715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darisjati.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darisjati.wordpress.com/715/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darisjati.wordpress.com&amp;blog=3735744&amp;post=715&amp;subd=darisjati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darisjati.wordpress.com/2011/09/28/drama-jalanan-ibukota/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e24ce7d40490e14c896b40ac0a25aee8?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darisjati</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
