Banyak di antara kita yang menjadikan puasa sebagai alasan untuk mengurangi kegiatan, bermalas-malasan dan memperbanyak tidur. Alasan klisenya adalah “tidurnya orang yang sedang berpuasa adalah ibadah”. Padahal “tidurnya orang yang sedang puasa adalah ibadah” disandarkan pada hadist dhoif yang tak seharusnya dijadikan landasan.

Sebenarnya wajar saja badan kita terasa lemah saat puasa mengingat pada siang hari tubuh kita tidak menerima asupan makanan. Hanya saja tentu ada solusi untuk tetap melakukan kegiatan rutin dalam kondisi kita sedang berpuasa.

Salah satu kegiatan yang akan sangat jauh berkurang intensitasnya saat puasa adalah kegiatan bersepeda. Jika pada hari-hari biasa banyak kita jumpai para biker sepeda menuju tempat kerja, maka pada bulan romadhan akan sangat sulit kita temui. Begitu juga dengan kegiatan bersepeda pada akhir pekan, sabtu dan minggu pagi, sangat jauh berkurang.

Bagi yang sudah maniak, puasa tak akan menghalangi kegiatan bersepeda. Banyak komunitas sepeda yang mengalihkan jadwal bersepedanya ke malam hari usai tarawih. Banyak kegiatan Night Ride yang di selenggarakan komunitas pesepeda pada bulan Ramadhan ini.

Untuk pagi/siang/sore hari, kegiatan bersepeda tetap bisa dilakukan saat puasa dengan memperhatikan hal-hal sebaga berikut:

  1. Jika siang harinya akan bersepeda maka usahakan menambah porsi sahur pada malam harinya, -termasuk memperbanyak minum, dibanding sahur pada hari biasa. Untuk menunya, pastikan mengandung protein dan lemak yang cukup. Hindari makanan yang terlalu manis karena hanya akan bertahan selama 2 jam setelah makan. Sebagai gantinya, makanlah sumber karbohidrat kompleks seperti buah, singkong, ubi, jagung, nasimerah, gandum atau oatmeal. Karbohidrat kompleks mengandung kadar gula yang rendah dan bisa menahan kenyang lebih lama hingga 6 jam. (sumber)
  2. Usahakan berangkat lebih pagi untuk menghindari paparan sinar matahari langsung yang bisa mempercepat dehidrasi.
  3. Pilih jalur yang rindang, yang sedikit mungkin bersentuhan dengan sinar matahari langsung untuk meminimalisir dehidrasi akibat cuaca yang panas.
  4. Pilih jalur yang paling ringan. Dengan memilih jalur yang minim tanjakan maka kita bisa menghemat tenaga.
  5. Gowes santai saja, hindari memforsir tenaga. Biasanya kita akan tergoda saat ada tanjakan yang menantang untuk ditaklukkan atau saat ada turunan yang menggoda kita tuk gowes sekencang-kencangnya. Saat puasa, menuntun sepeda di tanjakan dan bersepeda santai di turunan bukanlah sesuatu yang tabu, he he.
  6. Untuk mengakomodasi waktu yang molor karena gowes santai, alokasikan waktu yang lebih lama untuk kegiatan sepeda kita. Misalnya pada hari biasa dari rumah ke kantor kita butuh waktu 1 jam, maka saat puasa bisa kita tambahkan alokasi waktunya menjadi 1,5 jam.
  7. Untuk penggiat sepeda yang tetap ingin memacu kecepatan yang menghabiskan banyak tenaga, letakkan jadwal bersepeda pada sore hari. Sehingga begitu selesai bersepeda kenceng, kita bisa langsung berbuka.

Jadi ingat saat masih kecil dulu. Sehabis sholat subuh, – biasanya pada hari minggu, saya bersama teman-teman sering bersepeda hingga ke luar daerah kecamatan kami. Dan kami tetap bisa menjaga puasa hingga sore hari.

Ok, itu tips dari saya, mohon masukannya. Selamat bersepeda!