Akhir pekan kemaren ketika melewati depan stadion Bea Cukai Rawamangun, saya melihat spanduk kejuaraan sepak bola U-10 dan U-12 yang diselenggarakan oleh Bina Taruna. Timbang-menimbang gak ada kerjaan malam minggu itu, melajulah kaki saya ke stadion. Lumayan, nonton aksi bocah-bocah jago gocek bola, bibit unggul pemain sepak bola Indonesia.

Asyiknya, ternyata pertandingan ini gratis, tak dipungut biaya.  Ada gak sih yang lebih asyik dari dapa menyalurkan hoby tanpa dipungut biaya? Ada gak ya? Ya adalah, hoby-gratis-dapat duit, hehehehe. Menonton bola merupakan salah satu hoby saya. Sepak bola apa aja: nonton langsung di stadion, tarkam di lapangan kampung, di TV, nonton orang main Play Station, bahkan nonton bunderan kecil-kecil gak jelas mondar-mandir memperebutkan bola pun saya senang (nonton orang main FM-football manager/CM-championship manager), hehehe

Weits, SSB (sekolah sepak bola) yang  berpartisipasi dalam kejuaraan itu ternyata SSB2 terbaik di negeri ini. Ada Asiop Apacinti, Tugu Muda Semarang dan UNI Bandung. Ketiganya adalah langganan juara kejuaraan sepak bola usia dini. Bahkan SSB Arsenal Indonesiapun menurunkan tim terbaiknya di kelompok umur U-12. Dalam squad SSB Arsenal ini, nampak beberapa anak bule dan chinese, sesuatu yang jarang kita temui di klub sepak bola di Indonesia. Dah muka bule, ngobrolnya pake English pula, weleh-weleh.

SSB Arsenal Indonesia

Dari keempat tim yang masuk ke semifinal U-12: tuan rumah Bina Taruna, Asiop Apacinti, Paloh Soccer, dan SSB Arsenal Indonesia, keempat2nya memiliki kemampuan individu yang ciamik. Pada jago gocek mereka. Sayangnya, seperti nasib klub senior di negeri ini, sangat langka pemain yang bisa berperan sebagai play maker yang handal. Akhirnya yang terjadi adalah mereka kebanyakan bawa bola sendiri, giring bola sendiri, gocek sana gocek sini. Giliran kepepet baru dah dioper ke teman, he he he.

Akhirnya, tim Asiop Apacinti berhasil menjadi juara dengan mengalahkan Paloh Socer melalui adu penalty. ASiop Apacinti memiliki kelebihan postur tubuh dibanding tim2 yang lain. Agaknya SSB ini sengaja menyaring pemainnya dengan syarat minimal tinggi badan. Pemain dari Paloh soccer hanya setinggi pundak para pemain Asiop.

Mr. Zein

Muhammad Zein

Kenal dengan sosok di atas? Yup, beliau tokoh PSSI, “seangkatan” dengan Nurdin Halid dan Nugroho Besoes. Pak Zein sangat komit dengan pembinaan sepak bola usia dini. Kejuaraan Junior Bina Taruna Cup dia adakan rutin tiap tahun. Kebetulan dia juga pembina SSB dan Klub Sepak Bola Bina Taruna.

Catatan:

Mungkin banyak teman-teman yang ingin mencari info mengenai SSB Bina Taruna ataupun info mengenai Kejuaraan Sepak Bola Bina Taruna Cup / Muhammad Zein Cup yang nyasar ke blog saya ini (hihihi, jadi merasa bersalah). Sebagai ucapan terima kasih atas kunjungannya ke blog sederhana saya ini, berikut saya cantumkan alamat dan CP SSB Bina Taruna/Pengelola stadion Bea Cukai Rawamangun. Stadion Bea Cukai sendiri juga disewakan untuk umum dengan tarif tertentu untuk keperluan perawatan rumput dan penerangan lampu stadion (jika main malam).

SSB Bina Taruna, Klub Sepak Bola Bina Taruna, Pengurus Yayasan Stadion Bea Cukai Rawamangun

Jl. Bojana Tirta, Pisangan Lama, Jakarta Timur, 13230 (Depan Pusdiklat Bea Cukai, Belakang Kantor Pusat Bea dan Cukai Rawamangun), Contact Person: Mbak Eri (081310745504).

Profil Lengkap SSB Bina Taruna bisa dibaca di SINI