Waktu itu saya belanja ke Alfa mart. Saat muter-muter gak jelas, pandangan mata saya terlempar seketika ke deretan rak yang memajang beberapa produk bahan mentah, diantaranya terigu dan gula halus. Namun bukan bahan-bahan itu yang menarik perhatian saya, melainkan dua bungkus kacang hijau mentah yang kemudian saya hampiri. Harganya 10.800 rupiah perbungkusnya,  beratnya 500 gram ditambah bonus kutu kacang hijau dan semut yang lumayan banyak, wkwkwk, parah neeh Alfamart.

“Bikin bubur kacang hujau ahhh”, dan seketika saja satu bungkus kacang hijau berpindah ke keranjang belanja saya.

Namun ternyata, baru dua minggu kemudian kacang hijau itu saya olah.

Bahan-bahan:

bahan-bahan

  • 250 gram kacang hijau (setengah bungkus).
  • Gula pasir sisa pendakian Sumbing, tak tahu berapa takarannya, saya tambahin terus ke dalam panci sambil saya aduk🙂
  • Satu sachet STMJ sisa pendakian Sumbing juga, hehehe. Maksudnya seeh biar ada rasa jahenya.
  • Satu sachet biang jahe pedes pemberian mBak penjaga kost yang ia kasihkan sesaat sebelum masaknya selesai. Bahan ini yang nantinya memberikan rasa jahe yang super pedes (burjo apa sekoteng neeh?)
  • Satu bungkus santan Kara

Seperti yang seorang tukang bubur kacang hijau sarankan, saya merebus kacang hijau lebih kurang 1,5 jam, kemudian baru saya masukkan bahan-bahan yang lain.masak di kamar

Hasilnya? Rasanya terlalu manis, dengan rasa manis yang aneh. Apa karena saya tidak memakai gula jawa? Entahlah. Terus kacang hijaunya kurang ‘mbubur’, masih terlalu keras untuk disebut sebagai bubur, baru sebagian kecil polong kacang yang pecah. Kemungkinan karena saya memasaknya hanya dengan kompor spirtus saja. Atau mungkin juga karena saya tidak merendam kacangnya sebelumnya. Dari resep2 yang saya baca di internet, dianjurkan untuk merendam kacang terlebih dahulu selama satu malam, hehehe.

Masalah lainnya, santannya pecah (sik sik sik, yg dimaksud santan pecah yg begimana seeeeh? hehehe), jadi berminyak (yang namanya santan pasti berminyak kaleee, wehehe). Saya gak tahu apa penyebabnya, padahal saya terus mengaduk santan tersebut agar tidak pecah.

santan pecah

Boleh dibilang, misi kali ini gagal. Meski begitu, habis juga tuh bubur abal-abal saya santap bersama teman sekost. Hahaha :ngakak

kacang ijo rebus (bukan bubur, wkwk)

FAIL!!!