Coba tengok profil facebook saya, hampir 2000 friends-nya. Tengok juga profil twitter saya, ada lebih dari 700 orang yang saya follow. Apa seeh manfaatnya punya banyak teman di fb dan follow banyak orang di twitter?

Jujur saja, tidak semua teman di fb itu saya kenal, begitupun di twitter, sebagian besar yang saya follow adalah orang yang “asing”. Satu-satunya alasan saya add dan follow banyak orang adalah karena informasi. Saya ini orangnya haus akan informasi, pingin tahu segala macam berita dan pengetahuan, apapun itu.

Untuk fb, orang “asing” yang paling sering saya add adalah para motivator. Alasannya, saya ingin wall fb saya dibanjiri kata-kata motivasi tiap harinya. Begitupun di twitter, saya ingin lini masa (Time Line) saya dipenuhi kata-kata penyemangat hidup. Dan jujur saja, motivasi dari orang-orang luar biasa itu layaknya charger baterai yang selalu memompa semangat saya tiap hari, sangat bermanfaat.

Selain itu saya saya juga banyak add teman yang berkecimpung dalam dunia mountaineering. Foto-foto perjalanan dari teman-teman yang mejeng di wall saya seakan membasuh kerinduan saya tuk mendaki gunung. Maksudnya sih biar tak perlu lagi naik gunung, cukup lihat foto-fota meraka saja. Tapi apa mau dikata, kenyataan berkata lain🙂, makin sering liat orang lain naik gunung, makin pingin pula diri ini ikt-ikutan naik gunung, hihihi

Untuk group dan fans page, kira-kira hampir sama. Group motivasi, group pecinta alam dan satu lagi group syariah paling banyak saya join/like. Beberapa group seperti Komunitas Bisa yang dimotori Isa Alamsyah adalah group yang  sering mengirimkan pesan-pesan bermanfaat. Group masyarakat Ekonomi Syariah juga cukup aktif, biasanya group ini mengirimkan informasi agenda seminar ekonomi syariah.

Memang tidak semua informasi lewat status teman-teman atau dari message group bisa saya baca semua. Dan tidak mungkin kiranya kalau saya harus selalu memelototi satu-persatu status mereka. Tapi dengan memperbanyak teman yang sering share sesuatu yang positif maka layar social media kita akan didominasi hal-hal yang positif. Bukan didominasi dengan status-status yang berisi keluhan, umpatan dan hal negatif lainnya seperti yang banyak terjadi pada ABG-ABG labil, :p. Dengan banyaknya status dan tweet positif,  secara tidak langsung kita juga akan terpengaruh untuk selalu berfikiran dan bertindak positif.

Pernah saya meng-unfriend dan unfollow teman secara massal. Alasannya tak lain dan tak bukan karena status mereka yang selalu negatif, entah itu umpatan, keluhan,  kegalauan akut atau status geje lainnya. Ada yang merasa pernah saya unfriend/unfollow? hehehe