Pernah naek kereta api (di negera kita tercwintah Indonesia tentunya)? Pernah gunain toiletnya? Sadar ga tuh kotoran kita dibuang kemana?

Yoi mamen, kotoran kita langsung dihamburkan ke ruangan terbuka di bawah kereta. Aseek banget kan, praktis, he he he, hi hi hi, hueeeeeek. Gak yang kelas ekonomi atau yang kelas bisnis saja, kereta yang eksekutif pun buang “sampah” sembarangan di sepanjang rel.

Otomatis, rel kereta yang panjangnya puluhan ribu km itu menjadi tempat pembuangan kotoran manusia terpanjang di dunia. Masalah sanitasi lingkungan tidak diperhitungkan sama sekali oleh PT. KAI. Padahal kan di kanan kiri rel KA banyak pemukiman penduduk. So, bisa dipastikan kuman-kuman yang terkandung dalam air kencing (kadang-kadang juga t*hi -disensor, ga boleh jorok, hehehe) akan dengan mudahnya “diakses” oleh penduduk yang bermukim di sekitar rel KA. Belum lagi masalah najisnya. Mosok najis begituan di hambur-hamburkan begitu saja, sayangkan -eh parah ding, hihihi😀

Lha mbok iyao, kotoran dari toilet itu di tampung dulu di septic tank sementara, baru nanti kemudian di kumpulkan di tempat pengolahan limbah. Coba dah adopsi sistem toilet di pesawat terbang. Kalau saja dasar pemikirannya sama dengan pesawat terbang, di mana gak mungkin kotoran dihambur-hamburkan ke udara bebas, pastilah bisa sistem yang sama diterapkan di kereta. Atau syukur-syukur di tiap-tiap gerbong kereta sudah ada pengolahan limbah sendiri, ciamik kan… Kalo di luar negeri sono bgimana ya? Boleh dong teman-teman share pengalaman naik kereta jarak jauh di manca negara sana…

Pernah saya jalan di samping rel di stasiun Jatinegara. Hampir saja saya menginjak kotoran manusia kering. Weleh weleh, banyak pula ceceran tahinya (gak usah disensor lah ya, hihihi). Pantes saja ada himbauan untuk menggunakan toilet hanya saat kereta berjalan. Tujuannya pasti agar kotorannya gak berceceran di stasiun, hehehe