Ada kebiasaan baru di kantor kami semenjak hadirnya Kepala Bagian Umum yang baru. Selain mewajibkan menggalakkan senam massal pada Jum’at pagi, kini setiap pagi hari, tepat ketika sirine jam masuk berbunyi pukul 07.30, dibacakanlah do’a pagi dan sedikit suntikan kata-kata motivasi. Do’a dibacakan oleh staf bagian umum dan bisa terdengar ke seluruh penjuru ruangan di semua gedung melalui jaringan pengeras suara.

Siang harinya, pada jam istirahat dari jam 12.00 sampai jam 13.00 diputarkan music instrumental jawa atau sunda. Dan sore harinya saat jam pulang tiba pada pukul 17.00, kembali dibacakan do’a penutup aktifitas disertai ucapan terima kasih atas dedikasi hari itu.

Well, sebuah rutinitas baru di kantor kami. Do’a dan motivasi di pagi hari bisa jadi bahan bakar bagi pegawai tuk bekerja dengan lebih semangat dan ikhlas. Ucapan terima kasih pada jam pulang juga merupakan ungkapan penghargaan kepada pegawai sehingga para pegawai merasa dihargai.

Mengenai music instrumental di saat jam istirahat, ada salah satu pegawai, ibu-ibu di bagian saya yang kurang setuju. Ibu itu biasa membaca mushaf Al Qur’an ketika istirahat. Diputarnya music yang terdengar ke semua ruangan rupanya cukup mengganggu aktifitasnya itu. Selain itu untuk pegawai yang bukan dari jawa atau sunda sedikit banyak pasti ada yang protes. Kok cuma music jawa dan sunda aja yang diputar? Kenapa gak sekalian musiknya Kenny G aja kek di Gramedia? Mungkin ini maksudnya untuk melestarikan budaya nasional juga.

Pejabat yang satu ini sepertinya penuh terobosan. Tiap bulannya beliau juga rutin mengadakan coffe morning dengan para kasubbag TU masing-masing direktorat. Coffe morning, apa pentingnya? Ya kan dari obrolan santai bisa saling tukar pikiran, brain strorming, inventarisasi permasalahan kantor sekaligus diskusi mengenai pemecahannya.

Hmmm…ya ya ya

-kantor pagi ini, pemanasan sebelum memulai aktifitas-