• Suatu pagi di warung angkringan di Jalan Malioboro depan pasar Beringharjo. Seorang penjual nasi kucing sedang menyiapkan dagangannya ketika seorang tukang becak datang membeli rokok secara ketengan (batangan).

Tukang Becak (TB): “Pak, samsune siji pak!” (“Pak samsunya satu Pak”)

Penjual Angkringan (PA): ‘’Golekono kono dhewe, barang ra enak wae kok dituku’’ (“Sana cari sendiri, barang yang  tidak enak aja kok dibeli”)

TB: “Ra enak kok mbok dol?” ( Gak enak kok kamu jual?”) (sambil menyalakan rokoknya dengan korek gas yang tergantung di angkringan)

PA: “Wes ra enak, ra maregi” (“Udah gak enak, gak bikin kenyang pula”)

TB: “Ra maregi ning laris to? Yo nek ra maregi yo ra sah mbok dol no” (“Tidak bikin kenyang tapi laris kan? Ya kalo tidak bikin kenyang ya gak usah di jual to”) (menghembuskan asap rokok tebal dengan rasa puas luar biasa).

  • Suatu waktu di ranah facebook. Seorang manajer sebuah kegiatan mahasiswa yang sedang pusing gundah gulana masygul tak terkira mencurahkan keluh kesahnya di halaman face book.

Manajer: “Kata psikiater saya cuma butuh asupan gizi aja. Terima kasih untuk teman-teman atas asupan gizinya. Gizi=udud”

Komentator A: “Wah parah neeh, pak manajer akhirnya kena racun juga. Racun=udud”

Komentator B: “Racun?? cola juga racun, McD juga racun? biasa ae ah..hahaha”

  • Suatu waktu di dunia maya, dua orang berdebat mengenai halal-haramnya rokok:

A: “Rokok itu haram, sudah jelas mudhorotnya bagi kesehatan. Tak terbantahkan lagi. Kalau gak percaya, coba tanya dokter. Dokter manapun pasti akan membenarkannya. Bukankah Allah menghalalkan bagi kita segala yang baik dan mengharamkan segala yang buruk.”

B: “Berarti gorengan dan junk food haram juga dong, mengandung kolesterol yang jelas-jelas membahayakan jantung. Hayoooo…”

  • Kalau yang ini debat pakai bahasa inggris, kampanye lebih tepatnya karena pada dicopy paste:

Non Smoker: Dear SMOKERS, Please get a plastic bag and cover yourself whenever you want to start smoking to enable you to enjoy the smoke 100% by yourself. I don’t want any percentage of it nor do my friends who don’t smoke. Don’t kill me if you want to kill yourself. Regards, Your Friend🙂

Smoker: Dear NON SMOKERS, We do realize that the smoke might be annoy you. but don’t be naive, as you get annoyed when we are smoking, we get annoyed when we are not smoking. if you want to live without smoke, please go to the jungle and socialize with animal and plantation there, they dont smoke, just like you. Regards, Smokers. P.S.: Copy and paste this message to your profile to answer the Keep-Smoke-Away-Campaign.

Non Smoker:  Damn smoker, I know you are selfish n idiot…and it isn’t surprising me at all to see ur pathetic copied reply in my timeline…
ps: please use your tiny brain b4 u choose that stupid statement as ur status…

Smoker: Considering most of the infrastucture that we use by now is built from cigarettes excise, and not to mention that many poor teenager are able to study thanks to schollarship given by cigarette enterprises, and so thousands families are depend their life to cigarettes enterprises as they work there.. At least this tiny brain know and able to explain the reason why he pick this pathetic statement as status, not just shouting others as idiot and selfish without explanation, seems like cry barbarian baby style is becoming trend in nonsmoker people nowadays…Jika alasannya Ada lah pengerusakan, maka akan lebih terhormat jika lw juga kudu rela industri industri yang pake Mobil diesel ato whatsoever itu wat mati juga, carbonmonoksidanya merusak bait Allah juga lho, begitu pula McDonald , pizza hut, Dan segala junkfood industry,

Non Smoker: Jangan samakan rokok dengan junk food. Orang yang makan junkfood, mereka membeli, memakan dan menikmati resikonya sndiri..tdk memaksa orang lain untuk rusak juga…elu makan kolesterol, gw gak perlu mati karena jantung koroner..

  • Yang ini cerita anekdot:

P : Perokok
B : Bukan Perokok
*mereka berdua lagi di bis*

P  mengeluarkan sebungkus rokok dari kantung celananya bermaksud untuk menawarkan kepada orang sebelahnya
P : Mau rokok mas?
B: oooh tidak terimakasih

B penasaran, dan bermaksud ingin memberi arahan kepada si P  supaya tidak merokok, lantas mulailah si B  mengawali pembicaraan
B : sehari habis berapa batang rokok mas?
P : Biasanya sih 2 bungkus
B: sebungkus harganya berapa mas?
P : 10.000
B : mas udah berapa taun ngerokok?
P : 20 taon
B :begini saya kasih gambaran,1 bungkuss harganya 10 rebu,satu hari mas habis 2 bungkus, jadi 20.000. kalo satu bulan jadi 20.000 x 30 = 600.000. jadii kalo satu taon berarti 600.000 x 12 – 7.200.000 , kalo anda udah 20 taun ngerokok berarti 7.200.000 x 20 = 144.000.000 wahh seharusnya kalo mas gak merokok bisa beli mobil tuh!
P : saya juga kasih gambaran!
B : silahkan
P : anda perokok atau tidak?
B : tidak
P : LAH? NAPE LO NAIK BUS? MOBIL LO MANA???  lo kaga ngerokok n kaga kaya, kebangetan….
B : ?!..!?!?!!:O >:O :$ =D X_X=))=D