Krisis Global

Leave a comment

Bagi sebagian orang, krisis Ekonomi Global tahun 2009 sudah berlalu. Indonesia termasuk negara yang ikut terseret krisis tersebut. Kondisi ekonomi bangsa ini kolaps mengikuti beberapa negara tetangga. Hanya saja negeri ini termasuk salah satu negara yang dengan cepat pulih dari keterpurukan.

Hal itulah yang menjadi senjata bagi para incumbent republik ini untuk berkampanye. Bahwa mereka berhasil mencegah Indonesia jatuh untuk yang kedua kalinya ke dalam krisis moneter yang kronis.

Sementara itu, di kota satelit, 15 km dari pusat pemerintahan negara, deretan gudang tampak lengang. Gudang-gudang itu terbengkalai semenjak tutupnya pabrik-pabrik di kawasan itu. More

Ayem

1 Comment

Ayemnya Petani

Ibukku menggarap sebidang tanah warisan leluhur. Musim tanam kedua tahun ini tanah itu ditanami kacang tanah. Biaya operasional dari mulai mengolah tanah, membeli bibit, menanam, memupuk, menyiangi hingga memanen habis lebih dari satu juta. Terus hasil panennya? Hehehe, setelah dijual, kacang tanahnya laku tak lebih dari lima ratus ribu. Rugi dwong? More

Malu Kepada Manusia vs Malu Kepada Yang Maha Mengetahui

Leave a comment

Suatu saat di warung angkringan, lewat tengah malam di depan terminal Giwangan Jogja. Saat  itu saya baru saja sampai di Jogja selepas mendaki gunung Slamet di Purwokerto. Sambil menunggu dijemput adik saya, saya menyempatkan diri menikmati nasi kucing plus gorengan nan ni’mat. Di samping saya seorang tukang ojeg yang gagal membujuk saya tuk diantarnya sedang berdialog dengan seorang wanita malam.

Tukang Ojeg: “Saiki mangkal nang kene terus mbak?”

WTS: “Iyo mas, wes ra oleh panggon meneh nang café je

TO: “Gek wong tuwomu ngerti ora mbak nek kerjamu kie ngene?

WTS: “Yo ora to mas. Ngene-ngene aku yo isih nduwe isin. Mesakkne wong tuwaku nek ngerti aku koyo ngene. Ngertine yo aku kerja dadi pelayan nang café mas

Siapapun dia, orang pasti punya rasa malu. Hanya kadarnya saja yang berbeda untuk masing-masing individu. Malu adalah fitrah manusia. Malu ketika perbuatan buruknya diketahui orang lain. Yang jadi pertanyaan adalah mengapa kita malu kepada manusia tetapi tidak malu kepada Yang Maha Mengetahui segala tindak tanduk kita?

Sudah selayaknyalah kita malu kepada diri sendiri dan kepada Tuhan. Malu jika tidak melaksanakan perintahNya dan malu jika melanggar aturanNya.