Team sepak bola yang saya bela kalah di final kejuaraan sepakbola antar kantor wilayah Jakarta-Jabar-Banten. Salah satu kambing hitam kekalahan itu adalah saya. Beberapa blunder saya lakukan dalam pertandingan tersebut. Blunder pertama terjadi saat saya gagal menghalau sepak pojok lawan, yang akhirnya bola dengan mudahnya dicocor oleh striker lawan, masuk ke gawang. Gol itu menjadi satu-satunya gol yang tercipta dalam pertandingan itu. Blunder-blunder selanjutnya adalah saat saya dua kali gagal memasukkan bola ke gawang lawan, padahal tinggal berhadapan one on one dengan kiper, :payahh.

Tak mau disalahkan begitu saja, saya melempar si kambing hitam ke kejuaraan Wanadri Orienteering Games ( WOG). Terus terang, konsentrasi saya dalam pertandingan itu sedikit terpecah. Saya harus segera bertolak ke kawasan puncak, lokasi WOG, pukul 5 sore, padahal pertandingan bola itu sendiri baru dimulai pukul 4.

Bola kalah, WOG juga cuma dapet posisi 7. Tak mau disalahkah, si WOG gantian menyalahkan pertandingan sepak bola karena saya harus bermain fulltime 40x 2 menit sehari sebelumnya. Alhasil, saat berlari mengejar poin di WOG pagi hari berikutnya, stamina jadi loyo letoy. WOG juga menyalahkan poin 18. Poin kurang ajar ini begitu susahnya ditemukan saat lomba etape pertama, waktu lebih dari satu jam terbuang percuma tuk mencarinya dengan hasil nihil.

Ah memang sifat dasar manusia yang selalu mencari kambing hitam atas kegagalan.