Pulang mudik kemaren jadi ajang bagi saya untuk makan bakso yang enak sepuasnya. Maklum, selama di Jakarta, susah sekali menemukan bakso yang benar-benar maknyusss😀.

Bakso yang enak menurut saya itu:

  • ada ‘thethelan“/lemak
  • mie kuning yang lurus, bukan mie keriting  atau bihun
  • ada potongan tahu pong
  • syukur kalau ada semacam “lentho“nya yang keras, ini banyak ditemui pada bakso di jogja, dan pada bakso malang tentunya
  • dan tentu saja bakso/penthol/glindhingnya yang benar-benar terbuat dari gilingan daging, bukan tepung kanji
Sayangnya, hampir semua penjual bakso, baik yang enak maupun yang tidak, selalu mencurahkan MSG/micin/moto/vetsin/penyedap rasa yang tak tanggung-tanggung, minimal satu sendok teh ke tiap mangkuk baksonya. Weww, ngeri juga kalau kita melihat langsung tukang bakso meracik menunya. Mak byuk byuk byuk, dengan entengnya si tukang bakso menuangkan MSG kedalam mangkok bakso.
Memang efeknya luar biasa sih, kuah bakso akan menjadi sangat gurih, bikin ketagihan. Akan tetapi efek jangka panjang MSG harusnya juga bikin kita berfikir ulang untuk mengkonsumsi bakso di warung.

Efek samping dari MSG sendiri sampai sekarang masih menjadi perdebatan. Ada yang berpendapat MSG aman dikonsumsi berapapun kadarnya, ada yang mensyaratkan jumlah maksimum, dan ada pula yang melarangnya.
Artikel-artikel mengenai MSG di bawah ini mungkin bisa membantu: