Drama Jalanan Ibukota

2 Comments

Petang itu jalan Pejompongan sedang macet-macetnya. Ketika sedang “enak-enaknya” menembus kemacetan parah itu untuk menuju Senayan, terlihat dua orang wanita saling bentak di depan saya. Mereka sama-sama naik motor, beriringan depan-belakang. Perempuan yang berada didepan turun dari motornya, menstandarkan (apa ya bahasa indonesianya “nyetandarke”? wekeke), menyambangi wanita di belakangnya kemudian mendampratnya dengan makian. Rupanya roda belakangnya barusan kena senggol motor di belakangnya. [baca ending dramanya]

Rujak Jambu Mente

5 Comments

Bagi sebagian orang, jambu monyet atau jambu mete tidak layak untuk di makan. Rasanya sepet dan airnya bisa menghasilkan noda permanen pada pakaian. Alhasil, jambu monyet adalah produk residu dalam perkebunan mete.

Namun bagi saya, jambu monyet bisa menghasilkan makanan dengan rasa yang sangat “eksotis” dengan cara dirujak.

Istilah rujak sendiri bagi masyarakat di Gunungkidul adalah makanan dengan bahan-bahan segar yang ditumbuk halus. Beda dengan Jakarta yang menamainya dengan rujak bebeg. Kalau rujak yang kita kenal di Jakarta, di daerah saya populer dengan nama lotis. Jadi kalau rujak itu ditumbuk, kalau lotis dipotong. More

Gunungkidul yang Gak Kering

3 Comments

sawah belakang rumah, 18 September 2011

Akhir-akhir ini diberitakan, berbagai daerah di Pulau Jawa mengalami kekeringan akibat musim kemarau yang Panjang. Salah satu daerah yang sering diberitakan mengalami kekeringan hebat adalah daerah saya, Gunungkidul. Jika ada berita kekurangan air, hampir pasti ada Gunungkidul. Sebaliknya, jika mendengar Gunungkidul, orang mengidentikkannya dengan daerah yang tandus kering dan terbelakang.

Begitu lekatnya stigma kekeringan di Gunungkidul, hingga banyak orang yang kaget saat mengunjungi daerah saya di Ponjong, salah satu kecamatan di Gunungkidul.

“Lho kok ada sawah di musim kemarau begini di Gunungkidul?”

“Kok sumurnya gak kering”

“Air PAMnya dari mana ini?”

Hehehe, memang ada beberapa kecamatan yang mengalami kekeringan. Itu terjadi tiap tahun saat musim kemarau. Tapi itu hanya beberapa kecamatan di pesisir selatan Gunungkidul.

Di kecamatan saya sendiri, air sangat melimpah, Alhamdulillah. Sawah-sawah bisa diolah sepanjang tahun dengan dialiri air dari banyak sumber mata air. Sumur warga dengan kedalaman 10-20 meter juga masih mengeluarkan air. Hanya pada musim kemarau yang parah saja sumur air itu kering. Itu pun masih bisa diatasi dengan menggunakan air PAM yang airnya disuplai dari penyedotan air bawah tanah (salah dua yang tersohor adalah proyek Bribin dan Seropan).

The Gajah Wong (Kereta Api Ekonomi AC Gajah Wong)

19 Comments

the gajah wong mejeng di jatinegara

Nama Kereta      : Gajah Wong

Kelas                 : Ekonomi AC

Jurusan              : Lempuyangan (Jogja) – Pasar Senen (Jakarta), Ps Senen – Lempuyangan

Jam Berangkat   : 7.45 (dari Ps Senen), 19.30 (dari Lempuyangan)

Jumlah Gerbong: maksimal 12 gerbong

Jumlah Penumpang Tiap Gerbong: 80 orang

Harga Tiket       : Rp.120.000 (135.000 pada akhir pekan dan 170.000 saat libur panjang), bisa dipesan H-40

masih kinclong

Saya sudah dua kali mencicipi kereta ini. Pertama ketika ikut arus mudik, Jumat pagi tanggal 26 Agustus 2011. Waktu itu kereta ini masih berumur tiga hari karena baru saja diresmikan oleh Menhub pada tanggal 24 September 2011. Gerbong dan interiornya masih baru semua. Bahkan bangku dan lantainya pun masih terbungkus plastik. More

Jadi Pegawai Negeri itu Pilihan, Bukan Pengabdian

Leave a comment

Masih ingat enam tahun lalu saat Pak Andie Megantara menyampaikan ceramahnya kepada para siswa diklat prajabatan golongan II BPPK Depkeu. Beliau menanyai siswa satu persatu apa alasan meraka masuk menjadi PNS. Dan sudah bisa diduga, rata-rata siswa diklat menjawab: “pengabdian”. Mereka akan mengabdi kepada negara meskipun gajinya kecil. Ada yang sedikit terpaksa karena mengikuti keinginan orang tua. Ada yang bertujuan membangun karier di pemerintahan. Ada yang ingin hidup aman dengan mendapatkan gaji yang konstan, dan ada pula yang ingin mendapatkan penghasilan besar karena mereka menganggap di sektor publik pun gajinya bisa gede.

Terus apa tanggapan Pak Andie? [baca apa kata pak andie selanjutnya]