Meski tak berasa manis, ternyata semut doyan juga menggerogoti beras. Setidaknya itu yang saya alami beberapa minggu yang lalu. Beras merah yang saya bawa dari kampung halaman diserbu semut hitam.

Weeiss, ikut-ikutan trend makan beras merah niyeee….

Wekeke, bukan begitu brow. Ini kebetulan saja karena bapak saya di kampung sono memang menanam varietas padi yang menghasilkan beras merah di sawahnya. Memang sih terpengaruh juga dengan isu betapa bermanfaatnya beras merah bagi kesehatan, sehingga ketika pulang kampung, saya membawa satu kantong plastik ukuran 1 kg. Lumayan kan gak harus beli beras lagi. (catatan: saya ada penanak nasi kecil merk Miyako  di kost).

Nah, beras itu belum sempat saya masukkan ke wadah beras yang biasa saya pakai dan saya taruh begitu saja di atas meja. Baru saya tinggal kerja sehari aja sorenya dah dikerubutin semut itu beras. Ganas juga semutnya, mereka masuk setelah merobek plastik bungkus berasnya.

Bingung saya dibuatnya, bagaimana cara mengusir semut-semut itu. Tik tok tik tok tik tok, begitu kali ya bunyi otak saya berputar mencari solusinya. Beberapa solusi sempat terpikirkan. Saya berfikir untuk merendam berasnya dalam air biar semut-semutnya mengapung. Namun urung saya lakukan karena nanti harus mengeringkan berasnya. Ada pula solusi yang agak kejam: dengan mengsanrai berasnya di atas kompor biar semutnya pada mati, hehehe. Cara inipun tak saya lakukan karena malas membersihkan semut matinya terlalu kejam. Dan ini solusi yang paling ekstrim: dengan membiarkan semut tetap di tempatnya kemudian memasaknya beserta beras tersebut. Hehehe itung-itung sebagai tambahan lauk😛.

Akhirnya saya coba cara paling sederhana nan coba-coba. Beras itu saya tuang ke atas kertas koran secara merata kemudian saya hembuskan kipas angin kecepatan full kearahnya. Dan WOILLLA!!!! Semut-semut itu lari terbirit-birit pergi menjauhi beras. Dengan begitu, batal lah saya makan nasi merah lauk semut hitam, wkwk