Horeee, Kereta Api Bogowonto Diperpanjang Hingga Jogja

5 Comments

Kabar gembira bagi pengguna jasa kereta kereta api Jogja-Jakarta. Mulai 1 Maret 2012, ada satu rangkaian kereta baru tapi lama yang bakalan berawal dan berakhir di Jogja. Kereta itu tak lain adalah kereta api ekonomi AC Bogowonto yang selama ini hanya sampai di stasiun besar Kutoarjo.

Hari ini (27 Februari 2012) awalnya saya berniat memesan kereta senja Jogja/Solo untuk keberangkatan dari Jakarta tanggal 5 April 2012 melalui telepon. Setelah dicek oleh operator, ternyata kedua kereta senja itu sudah penuh. Dengan baik hati, operator menawarkan kereta ekonomi AC Bogowonto yang juga berangkat malam hari :).

Kaget juga saya saat tahu ada kereta Bogowonto yang berangkat malam hari. Selama ini Bogowonto berangkat dari Jakarta pagi hari, sedangkan dari Kutoarjo malam hari. Sempat berfikir: “Wah ada rangkaian kereta baru neeh, Bogowonto ada dua rangkaian sekarang”.

Ternyata oh ternyata, kereta ini hanya pengalihan jadwal saja. Kereta Bogowonto digeser jadwalnya yang tadinya berangkat dari Jakarta Pagi hari menjadi malam hari, dan sebaliknya untuk keberangkatan dari Kutoarjo.

Nah yang menguntungkan saya dan teman-teman pengguna kereta dari Jogja adalah kereta ini diperpanjang jalurnya hingga sampai Jogja. Tambah satu lagi alternatif kereta yang bisa kami pilih untuk transportasi Jakarta-Jogja.

Bagaimana dengan harganya?

Untuk keberangkatan tanggal 5 April 2012, tiket kereta ekonomi AC Bogowonto dibanderol dengan harga Rp. 170.000. Wajar lah jika harganya dinaikkan karena 3 hari setelah tanggal tersebut adalah libur panjang. Untuk hari biasa, harganya tidak setinggi itu, antara 120.000 (weekdays) atau 135.000 (weekend). Memang harganya lumayan mahal untuk kereta kelas ekonomi. Hanya saja, masih lebih murah dibandingkan dengan kereta kelas bisnis yang tanpa AC itu 🙂

Jadwal Baru Kereta Api Ekonomi AC Bogowonto mulai 1 Maret 2012

Jogja-Jasar Senen: berangkat 7.30, tiba di Jakarta 17.02

Pasar Senen-Jogja: berangkat  dari Stasiun Senen jam 18.40 (dan tidak berhenti di Sta Jatinegara), tiba di Jogja 4.02

Berita Terkait:

Alasan perubahan jadwal dan trayek Kereta Ekonomi AC Bogowonto

Move on

1 Comment

Move on bagi saya adalah jika saya bisa bebas dari kecanduan social media: facebook dan twitter.

Ketika bisa konsentrasi bekerja di kantor. Kerjaan kacau karena sebentar-sebentar buka fb dan twitter

Ketika bisa tidur lebih awal. Tidur larut karena tadarus fb dan twitter

Ketika bisa menjamah kembali buku-buku yang sudah mendebu di rak kayu. Lebih asyik baca status fb dan timeline twitter

Bangun tidur, berdoa, sembahyang, lari pagi. Bangun tidur, mata masih kriyip-kriyip langsung buka fb dan twitter

Sehabis sholat bisa puas-puasin dzikir. Habis salam, tangan langsung meraih hp: update status fb dan twitter

Ketika baca Quran, hadist dan buku agama dalam seharinya bisa lebih lama dari pada melayari fb dan twitter.

Dan langkah awal moving on itu saya mulai hari ini, ketika saya serahkan password fb dan twitter saya kepada belahan hati saya tuk diganti.

Memangnya sudah separah itukah kecanduan saya akan social media? Sejak kapan? Gak bisakah dikontrol saja? Mengapa tak ganti saja HPnya dengan HP jadul? Kenapa gak di-deactivated aja akunnya? Emangnya gak ada manfaat sama sekali ya fb dan twitter itu?

Yes, I’m a social media addict. I’m fb-ing and twittering all day long.

Dari mana semua itu berawal? Saya tak ingin ketinggalan informasi apa saja. Dan fb serta twitter menyediakannya dengan sangat baik hati. Saya dapatkan banyak informasi dari fb dan twiiter. Saya beli kaos dengan design yang bagus via fb, sy dapatkan informasi kegiatan bermutu di ibukota ini dari twitter. Review buku-buku yang bagus bertebaran di fb. Foto-foto yang luar biasa bagus dipajang di fb. Semua semua semua ada di sini.

Saya terkoneksi dengan teman sd-smp-sma melalui fb. Chat dengan teman di Papua via fb. Olok-olokan dengan rekan di sulawesi lewat twitter. Saya bisa melakukan apa saja dengan media ini.

But, it goes wrong. Fb dan twitter telah menyita sebagian besar waktu saya. Ketika sembahyang dinomorsekiankan, ketika kerjaan diterbengkalaikan, ketika waktu tidur diconvert menjadi waktu lek-lekan membaca teks fb dan twitter.

Kini waktunya untuk menjadi normal.

Link terkait:

Confessions of a Social Media Addict

A social-media addict tries to disconnect

Demotivated

2 Comments

Poster di atas saya dapatkan dari grup Blackberry messenger. Sebuah poster yang mewakili golongan yang kontra dengan kegiatan motivasional.

Well, setiap hal pasti ada yang pro dan kontra, demikian halnya dengan kegiatan motivasi, ada pendukung dan penentangnya.

Saya menasbihkan diri sebagai pendukung teori motivasi, tapi pada saatnya akan tiba masa di mana saya putus asa, terpuruk dalam suatu kondisi yang tidak “nyaman”.

Nah, postingan ini saya publish pertama kali saat mengalami kondisi seperti disebut di atas. Hanya saja, ketika saya kembali meng-edit postingan ini, keadaan psikis saya sudah jauh lebih baik, hehehe.

Jadilah postingan dini saya anggap lucu-lucuan saja.

Other demotivational posters at: despair.com

Tiket Kereta Online

1 Comment

Banyak yang bertanya apakah pembelian tiket kereta api sudah bisa dilakukan secara online via website layaknya tiket pesawat.

Setelah saya telusuri website PT KAI, saya berkesimpulan bahwa fasilitas reservasi via web masih belum tersedia. Yang ada adalah sistem reservasi tiket yang sudah online, dalam artian: stasiun-stasiun, kantor pos, gerai indomaret dan rail agent yang ditunjuk PT KAI sudah terhubung dalam satu sistem online, sehingga calon penumpang kereta bisa memesan tiket melalui tempat-tempat tersebut dari mana saja.

Dengan sistem online ini, penumpang dari Jakarta tujuan Jogja bisa langsung membeli tiket kereta pulang pergi. Seseorang yang sedang berada di Surabaya bisa membeli tiket kereta jurusan Bandung-Jogja, dan sebagainya.

Bagaimana dengan tiket kelas ekonomi? Beberapa hari lalu saya mencoba membeli tiket kereta ekonomi jurusan Lempuyangan (Jogja) – Jakarta, di stasiun Jatinegara. Dan ternyata saya bisa mendapatkan tiket tersebut. Hanya saja, petugas loketnya mengingatkan bahwa akan lebih terjamin jika kita membeli tiket kelas ekonomi di stasiun pemberangkatan karena jaringannya sering offline.

Pesan Tiket KA via Telepon, Alfamart dan Indomaret (Updated: Pesan Tiket Kereta Melalui Aplikasi Handphone)

11 Comments

Note: Tulisan ini pada awalnya ditulis pada tahun 2012, sehingga ada beberapa informasi yang mungkin sudah tidak relevan lagi. Hanya saja, di bagian akhir tulisan, saya sertakan update informasi per akhir tahun 2015 yang mungkin masih relevan bagi para pembaca. Jadi, pastikan membaca update pada bagian akhir tulisan ya. Salam 🙂

Sudah menjadi kebiasaan ketika menjelang lebaran atau libur panjang, masyarakat antri berjubel di stasiun untuk membeli tiket kereta api.

Bahkan saat inipun, setiap akhir pekan, stasiun-stasiun besar selalu dipadati calon penumpang (khususnya kereta ekonomi) yang antri tiket untuk perjalanan 7 hari kedepan. Ini adalah efek dari penerapan aturan baru di PT KAI dimana sekarang tidak menyediakan lagi tiket tanpa tempat duduk, sehingga calon penumpang harus membeli tiket jauh-jauh hari (H-40 untuk kereta eksekutif, bisnis dan AC ekonomi, H-7 untuk kereta ekonomi).

Untuk kereta kelas eksekutif, bisnis dan AC ekonomi, sebenarnya penumpang tidak harus berjubel antri di stasiun. PT KAI sudah lama menyediakan fasilitas reservasi tiket via telepon. Sedangkan untuk kelas ekonomi sendiri, mau tak mau calon penumpang harus membeli tiket di stasiun.

Lalu, bagaimana prosedur pemesanan tiket via telepon itu sendiri?

Jika kita tilik website PT KAI, maka prosedurnya adalah:

  1. Penjualan atau pemesanan melalui system ini dilakukan di Contact Center KA melalui nomor panggilan 121 (Telepon rumah) dan 021- 121 (telepon genggam).
  2. Setelah itu penumpang akan mendapatkan kode booking/ kode bayar yang selanjutnya penumpang dapat melakukan pembayaran lewat e-banking dan ATM.
  3. Untuk saat ini bank yang dapat melayani adalah ATM bank mandiri, BPR KS,BII, BRI, BPD DIY dan Bank OCBC NISP selanjutnya akan dikembangkan melalui ATM bank lainnya antara lain Bank Panin, BNI, CIMB Clicks dll.
  4. Pembayaran dilakukan maksimal 3 (tiga) jam setelah mendapatkan kode booking.
  5. Resi pembayaran ATM kemudian ditukarkan ke loket penjualan di statsiun yang sudah online dengan membawa KTP asli dan fotocopy.
  6. Pemesanan tiket dianggap batal jika pembayaran melalui ATM tidak dilakukan dalam periode waktu 3 jam tersebut.
  7. Pemesanan tiket melalui Contact Center ini dilayani 40 hari sampai dengan 6 jam sebelum keberangkatan KA yang bersangkutan.
  8. Pemesanan tiket tersebut hanya untuk tiket dewasa dan anak tanpa pelayanan reduksi.
  9. Extra charge sebesar Rp.7500,- (saat transaksi pembayaran).

Berikut ini saya tuliskan pengalaman saya yang beberapa kali memesan tiket KA via telepon:

  1. Biasanya saya pesan via HP ke no 13897, namun barusan saya coba calling ke nomor itu dan hasilnya sudah tidak bisa dihubungi. Artinya, pemesanan via telepon sekarang sudah terkonsentrasi ke no 121. Biaya telepon ke no 13897 tersebut sangat mahal, saya pernah kena charge lebih dari 20rb (beberapa kali pembicaraan terputus di tengah-tengah)
  2. Terakhir kali saya memesan tiket KA Ekonomi AC Bogowonto via HP ke contact center PT KAI no 021-121 pada tanggal 27 Februari 2012 untuk keberangkatan tanggal 5 April 2012.
  3. Saat menelepon nomor tersebut kita akan langsung tersambung ke mesin operator dan akan diarahkan untuk memilih menu yang diinginkan. Baru setelah memencet no 1 untuk layanan pemesanan tiket KA jarak jauh kita akan disambungkan dengan operator.
  4. Setelah ditanya mengenai data penumpang (nama lengkap, alamat di KTP, no KTP) dan data kereta yang diinginkankan (nama kereta, tgl keberangkatan, no gerbong dan bangku), kita akan mendapatkan kode bayar dan kode booking.
  5. Kode bayar berupa angka sejumlah 13 digit, sedangkan kode booking berupa kombinasi angka dan huruf sejumlah 6 karakter.
  6. Kode bayar digunakan untuk pembayaran di ATM sedangkan kode booking harus kita tuliskan di struk pembayaran ATM.
  7. Biaya telepon ke no 021-121 melalui HP lumayan besar. Saya menggunakan no XL dan berbicara dengan operator selama kira-kira 8 menit kena biaya lebih dari Rp. 7.000
  8. Saya menggunakan ATM BRI untuk pembayaran dengan langkah: Transaksi Lain >> pembayaran >> ticketing >> kereta api >> memasukan kode booking >> checking >> proses
  9. Nama penumpang, nama kereta, jadwal keberangkatan, no gerbong, no bangku, kode booking dan besarnya biaya akan tercetak di struk ATM tersebut.
  10. Selama ini, saya tidak pernah diminta untuk menunjukkan kartu identitas asli dan menyerahkan fc-nya saat menukarkan struk ATM ke loket di stasiun, tapi saya anjurkan tuk tetap membawanya untuk jaga-jaga :).
  11. Pastikan mancatat kode booking untuk jaga-jaga jika struk ATMnya hilang.

Selain melalui telepon, tiket KA juga bisa dipesan melalui minimart Alfamart dan Indomaret (di Jabotabek) dan di kantor Pos. Di gerai Alfamart dan Indomaret tersebut terdapat komputer yang dilengkapi aplikasi yang tersambung secara online ke sistem tiketing PT KAI. Sama seperti pemesanan via telepon, pembeli harus menukarkan struk pembayaran ke stasiun terdekat. Selain itu juga perlu diperhatikan bahwa jaringannya sering offline. Sayangnya, pembelian via Alfamart dan Indomart ini, kita tidak bisa memilih tempat duduk.

Plus-Minus Pemesanan tiket KA via Telepon

+ Calon penumpang tidak harus antri berjubel di stasiun.

+ Segera dapat dipastikan apakah tiket yang kita inginkan masih tersedia atau tidak.

+ Operator akan menawarkan kereta alternatif jika kereta yang kita inginkan sudah full booked.

+ Operator dengan senang hati akan melayani setiap pertanyaan dari customer 🙂

+ Bisa memilih tempat duduk.

– Terkena biaya charge Rp 7.500 plus biaya telepon yang lumayan besar.

– Tidak mengakomodir reduksi harga tiket untuk anggota Korpri serta TNI/Polri.

– Calon penumpang harus tetap datang ke stasiun untuk menukarkan struk pembayaran ATM dengan tiket kereta yang sebenarnya.

 

=============================================================

di-update 23 November 2015:

Sekarang, pemesanan tiket kereta api sudah bisa dilakukan via web. Bahkan, lewat applikasi mobile pun bisa. Situs-situs yang bisa diakses untuk pemesanan online ini antara lain:

  1. http://www.kereta-api.co.id
  2. http://www.tiket.com

Melalui situs-situs di atas kita bisa memesan tiket, memilih dan atau berpindah tempat duduk/gerbong, sekaligus menyelesaikan pembayarannya.

Untuk pembayarannya bisa dilakukan via atm, internet banking, sms banking, juga bisa dibayar via Alfamart atau Indomart. Caranya cukup mudah dengan berbekal kode booking atai kode pembayaran.

Sedangkan untuk pencetakan tiketnya bisa dilakukan di mesin cetak tiket mandiri di stasiun-stasiun. Proses pencetakan tiket ini bisa dilakukan di hari H keberangkatan dengan memasukkan kode booking atau kode pembayaran.

Cara-cara lama tetap masih bisa dilakukan: membeli langsung di loket stasiun, lewat telepon ke (021) 121, lewat travel agen, ataupun lewat Indomaret dan Alfamart. Hanya saja, customer yang akan melakukan pembelian lewat gerai-gerai Indomaret dan Alfamart perlu mempertimbangkan hal-hal non teknis. Dari pengamatan saya, kasirnya terkesan ogah-ogahan melayani pembelian tiket kereta api. Mungkin saja karena prosesnya memakan waktu yang cukup lama, sehingga mengganggu pelayanan customer lainnya.

Saya sendiri paling sering memesan tiket kereta api melalui applikasi di handphone saya. Nama aplikasinya KAI Access, bisa didownload secara gratis di google store (play store). Dengan aplikasi ini, saya bisa mengecek ketersediaan tiket kereta api di manapun dan kapanpun saya berada, sepanjang tersedia koneksi internet.

Saya mengkombinasikannya dengan aplikasi BRI e banking (BRI Mobile) – tentunya dengan terlebih dulu registrasi ke bank BRI terdekat. Sehingga begitu booking selesai dilakukan, saya bisa langsung melakukan pembayaran di manapun dan kapanpun saya berada; tidak perlu lagi jalan keluar rumah mencari atm ataupun gerai Alfamart/Indomart.

Keuntungan menggunakan dua aplikasi di atas bisa kita rasakan pada masa-masa kritis pemesanan tiket kereta api, misalnya pas musim mudik lebaran. Kita bisa berlomba memesan tiket mudik 90 hari sebelum hari H hanya dengan duduk manis di rumah. Dan yang pasti, dua aplikasi di atas cukup ringan, tidak terlalu memakan memori hand phone kita.

Mengunjungi Pantai-pantai yang Sedang ”Naik Daun” di Gunungkidul

8 Comments

Menampa sawah tadah hujan membentang sepanjang jalan

Padi yang mulai berbunga

Liuk jalanan hitam legam nan mulus

Karang kokoh dihempas ombak

Pasir putih indah menawan

Libur Imlek kemaren, saya menyempatkan untuk kembali mengunjungi pesisir pantai selatan Gunungkidul.

Sudah lama rasanya tak menjejakkan kaki di pasir putih pantai Gunungkidul semenjak masih kuliah dulu (lebih dari 5 tahun yang lalu :))

Awalnya, tak ada tujuan pasti, pantai mana yang akan kami pilih. Antara Indrayanti atau Sadeng, bingung kami mo datangi yang mana. Rencananya sih mo menyisir semua pantai dari mulai Sundak hingga Sadeng. Terbersit juga tuk mengunjungi situs Bengawan Solo Purba. Ternyata oh ternyata, tak cukup sehari tuk menyapu sekedar setengah dari pantai-pantai di Gunungkidul.

Terus, pantai-pantai mana yang kami kunjungi?

Pantai Indrayanti

Ternyata jiwa petualang kami menuntun roda motor kami tuk mengunjungi pantai-pantai yang sedang populer di acara-acara wisata, acara petualangan, juga di blog-blog travelling.

Indrayanti

Pantai Indrayanti sedang naik daun akhir-akhir ini. Konon katanya, syuting Honda Revo mengambil tempat di pantai ini. Saat kami kesana, pantai ini sungguh ramai dipadati wisatawan.

Ketika wisatawan sudah sedikit “bosan” dengan pantai Baron-Krakal-Kukup-Sundak, munculah pantai ini dengan sistem pengelolaan yang baru. Pantai ini dikelola oleh swasta dengan fasilitas yang lebih lengkap: restoran berkelas, penginapan (vila), gazeebo, speedboat dan deretan payung pantai yang disewakan untuk umum.

Bagi pengunjung yang sekedar ingin menikmati pasir putih dan debur ombak, jangan khawatir, pengelola tidak mengenakan charge khusus, cukup ongkos parkir saja. Biaya hanya dikenakan untuk penggunaan vila, gazeebo, speedboat dan payung pantainya. Jika ingin menggunakan gazeebo untuk berteduh, pengunjung cukup memesan makanan di resto Indrayanti Beach. Sekilas melewati resto Indrayani beach, aroma udang bakarnya sungguh menggugah selera. Sayang sekali, saat kami coba memesannya, stoknya sudah habis :(.

Letak pantai Indrayanti ini berada kurang lebih 1 km  di sebelah timur pantai Sundak, terpisah oleh Pantai Semaung, yang juga dikelola oleh swasta. Tanah sepanjang pantai di Gunungkidul sejatinya adalah Sultan Ground, tanah milik keraton Jogja. Jadi, swasta di sini diberi ijin oleh kraton untuk mengelola pantai, bekerjasama dengan karang taruna setempat.

Dari jendela Padepokan Karangjati

Di sebuah bukit, arah Timur Laut dari Pantai Indrayanti, berdiri megah sebuah bangunan yang masih baru. Inilah Padepokan Karangjati. Bangunan joglo berdinding kayu ini dimiliki oleh seorang priyayi dari Jakarta dan disewakan untuk umum.

Dari padepokan ini, kita bisa memandang luas samudera Hindia yang membiru.

Tarif Sewa Padepokan

Padepokan ini dilengkapi fasilitas yang cukup lengkap: listrik di malam hari, air bersih, toilet jongkok dan duduk, serta ruangan utama yang cukup luas yang bisa digunakan untuk sebuah pertemuan sekaligus tempat menginap untuk sekitar 50 orang.

Pantai Pok Tunggal

Pantai Pok Tunggal

Tujuan berikutnya adalah Pantai Pok Tunggal. Kenapa kami ke situ? Tak lain hanya karena tergoda oleh papan petunjuk arah pantai pok Tunggal. Di situ tertulis jaraknya +/- 1 km. Dan ternyataaa, eng ing enggg, 1 km plus plus; plus jalan batu makadam yang bikin indehoy, plus jauhnya yang aje gile, hehehe.

Awalnya sih, selepas berbelok ke kanan dari jalan aspal utama, jalan menuju pantai ini berupa cor beton, namun ternyata itu cuma beberapa ratus meter sahaja. Sisanya lebih banyak jalan batu cadas yang mantab bikin badan enjot-enjotan :D.

Sesampainya di pantai itu, kami lihat ada sepasang remaja sedang camping di atas pasir, dibawah puun. Syahdu sangat sepertinya, prikitiwww.

Di kemudian hari, setelah saya tinjau lewat google map, ternyata oh ternyata, pantai Pok Tunggal lebih dekat jika ditempuh dari pantai Indrayanti dengan cara tracking jalan kaki melewati jalan setapak. Pantai ini berada sedikit di timur Pantai Indrayanti, terpisah oleh satu-dua pantai dan bukit kecil, jauh lebih dekat jika dibandingkan dengan jarak yg kami tempuh dengan motor Vega pinjeman itu. Pantai ini masih perawan, belom banyak yang tahu keberadaan pantai ini.

Pantai Timang

Setelah semi offroad mengunjungi Pantai Pok Tunggal, kami tak jua kapok tuk kembali menjelajah pantai-pantai terpencil lainnya.

Lagi-lagi, papan petunjuk kecil yang menggiring kami ke tujuan berikutnya, tanpa direncanakan sebelumnya melajulah kami menuju pantai Timang, tentunya dibumbui dengan rasa penasaran akan pulau kecil dengan kereta gantung yang saya lihat di acara-acara jelajah alam di TV.

Pertama kali saya tahu pantai ini dari acara Jejak Petualang beberapa tahun lalu. Sang presenter kala itu menyeberang ke pulau karang kecil di lepas pantai dengan menggunakan kereta gantung alakadarnya. Kereta gantung berujud kursi kayu yang digerakkan dengan bantuan tali tambang dari plastik (tampar) yang membentang dari pinggir pantai menuju pulau Panjang di seberang. Benar-benar alat transportasi yang tidak safe menurut saya. Bagaimana tidak, jika tali plastiknya putus, atau kursi kayunya patah maka jurang dalam yang menganga dengan karang-karang tajam sudah menanti di bawah. Ngeriiiiii

Di papan petunjuk tertulis jarak menuju pantai Timang sejauh 4 km. Sebenarnya saya sangsi dengan petunjuk itu, jangan-jangan seperti yang terjadi di pantai Pok Tunggal sebelumnya, namun rasa penasaran mengalahkan keraguan saya.

Dan benar saja, pantai Timang benar-benar jauuuuuh dan melelahkan. Sama seperti jalur menuju Pantai Pok Tunggal, jalanan menuju pantai ini di dominasi jalanan terjal dari batu cadas yang menyiksa motor dan pengendaranya. Sangat tidak dianjurkan menuju ke pantai ini dengan motor bebek (jangan tiru kami pokoknya), hehehe. Minimal dengan motor kawasaki semi trail yg bisa buat semi offroad itu loh …

Di tengah-tengah jalan, sempat kami berfikir tuk balik kanan saja. Jalanannya benar-benar acakadut: cadas, terjal dan naik turun. Namun karena air laut sudah kelihatan, nanggung juga kalau putar balik, sayang banget.

di titik ini kami sempat pingin balik mundur

Pulau Panjang dengan kereta gantungnya

Pantai kecil di sebelah timur pulau Panjang

Akhirnya sampai juga kami di pantai Timang. Motor bebek kami parkir di gubug yang terletak di ujung jalan, kira-kira 100 m dari bibir pantai. Nampak juga satu rumah penduduk di tengah ladang, tak jauh dari pantai.

Daya tarik utama pantai ini tentu saja pulau karang (Pulau Panjang) dan kereta gantungnya. Kereta gantung tersebut dibangun oleh para nelayan untuk menuju pantai Panjang yang merupakan spot ideal untuk memancing dan menangkap lobster. Tentu saja kami tidak berani mencoba menyeberang ke pulau itu. Selain beresiko tinggi, tak ada petugas yang mengoperasikan kereta gantung tersebut. Saat itu, kami berdualah satu-satunya dua-duanya pengunjung di pantai tersebut.

Di sebelah timur, tak jauh dari kereta gantung itu terdapat pantai pasir kecil, mungkin itulah pantai yang dinamakan Timang.

Tak sampai 15 menit kami menghabiskan waktu di atas pantai karang itu. Selain sepi, panas, juga bingung mau ngapain di pantai ini.

Senang tak terkira adalah ketika roda motor kami kembali menapak di jalan aspal. Alhamdulillah motor tidak mengalami gangguan sepanjang jalan menuju pantai Timang. Benar-benar pengalaman yang indah tuk dikenang tapi tidak tuk diulang.

Pantai Jogan

Air Terjun Pantai Jogan

Pantai Jogan terkenal karena air terjunnya. Pantai yang satu ini dipopulerkan situs-situs fotografi macam panoramio. Coba saja ketikkan kata kunci pantai Jogan atau air terjun Jogan, maka yang akan muncul adalah foto-foto air terjun yang sungguh eksotis, langsung tercurah ke laut lepas.

Letak Pantai Jogan

Pantai Jogan tepat berada di sebelah barat pantai Siung, terpisah oleh karang-karang besar dan sebuah pantai kecil, yakni Pantai Nglambor. Jalur menuju ke sananya pun masih satu jalur dengan pantai Siung. Untuk pantai Siung sendiri, pantai ini sudah sangat populer, tak lain karena jalur panjat tebingnya yang sudah mendunia. Jangan khawatir tersesat di tengah jalan menuju Pantai Siung karena papan petunjuk akan banyak ditemui di sepanjang jalan aspal yang mulus itu.

Beberapa km sebelum pantai Siung akan ada pertigaan ke kanan. Ada plang penunjuk menuju pantai Jogan di pertigaan ini. Dari pertigaan ini hingga sampai ke pantai Jogan jalannya berupa cor semen. Terdapat lapangan parkir dan warung kecil di lokasi pantai Jogan.

Air terjun pantai Jogan berasal dari mata air sungai bawah tanah yang terus mengalir sepanjang tahun. Letak mata airnya tak jauh dari pertigaan yang disebutkan di atas. Meskipun air sungai ini mengalir terus sepanjang tahun, waktu yang tepat untuk mengunjungi pantai Jogan tetaplah pada musim penghujan, air terjunnya akan nampak besar dan indah.

Saat air laut surut, pengunjung bisa scrambling menuruni tebing untuk menuju dasar air terjun. Namun saat air laut pasang, dasar air terjun akan terendam air laut dan menjadi bahaya jika pengunjung turun ke bawah.

Pantai Siung

Pantai Siung

Di Pantai Siung, kami sempatkan untuk naik ke kawasan panjat tebingnya. Banyak sekali pilihan jalur panjat yang bisa dicoba. Jalur panjatnya pun sudah dilengkapi dengan hanger (besi pengait untuk tambatan tali pengaman).

Untuk menuju ke kawasan tebing pemanjatan, ada jalan setapak naik di sebelah mushola/pondok pemanjat, letaknya di deretan bangunan paling barat (dekat pintu masuk). Ketika sampai di kompleks tebing panjat, nampak sekelompok pemanjat sedang mencoba beberapa jalur panjat di samping camp ground yang cukup luas.

Di Pantai ini pula kami membeli ikan segar hasil tangkapan nelayan setempat. Hanya saja, kami tak sempat tuk naik ke bukit di ujung pantai sebelah timur, bukit di mana biasanya pengunjung menikmati sunset yang indah.

Artikel terkait:

Sejarah kereta gantung pantai Timang

Yang berminat naik kereta gantung pantai Timang, klik di sini

Foto-foto pantai Indrayanti

Nonton Langsung Final Sepakbola Sea Games XXIII di GBK

Leave a comment

Cerita ini adalah kisah nyata, pengalaman seorang teman (@Ayie_Sarie) saat nonton langsung final sepakbola Sea Games ke 23 di jakarta beberapa bulan lalu (21 November 2011). Pengalaman ini dishare-nya melalui twitter, dan atas seijinnya saya copy kan di blog ini.

Sengaja saya share di sini untuk menunjukkan bagaimana suasana di dalam stadion waktu ini. Emosi para penonton di dalam stadion tergambar dari twet-tweetnya yang disampaikan lugas, ceplas-ceplos apa adanya :).

Langsung baca sendiri saja yaaa…

Ummm..mau bkicauu ah nyampaaahh.. 😀 Tentang apa yah.. *mikir* ahaaa.. Final #seagames2011 #timnasU23 kmrn ajah deh 🙂

Start.. 5PM-21.11.11..Nekad brangkat k SUGBK ama driver, pdhl ga pny tiket..bonek aj,kali masi ada yg kelebihan tiket calo lebih tepatnya

Ngajakin si @fathnia sih..tapi doi ga mau, mau pulang ajah katanya.. (Payah).. Terus inpoh kalo jalanan udaa macet dan ujan.. *+galau* (2)

Pas brangkat tuh jalanan emang uda macet banget..tapi masi wajar.. Pas sampai depan BPK nih, mulai lah ketidakwajaran dimulai.. (3)

Bener2 pamer bgt.. puteran arah senayan ituh, stuck bgt.. Ora iso jalan babar blass.. suporter itu ribuan,yg jalan,motoran,mobilan… (4) More

Banyak Hutang

Leave a comment

Ibarat pepatah “nafsu besar tenaga kurang”, hasrat menulis saya akhir-akhir ini tak tersalurkan. Ada puluhan, dan bahkan ratusan bahan judul yang antri, menunggu untuk dituangkan kedalam coretan; mulai dari opini, catatan perjalanan, atau sekedar curhatan hati.

Ada semacam tanggungan yang harus dibayar ketika pikiran-pikiran yang berkecamuk dalam hati ini tidak dituangkan kedalam sebuah tulisan untuk sekedar berbagi pendapat. Jalan-jalan ke suatu tempat yang belum pernah saya kunjungipun tak akan afdhol jika belum menuliskannya. Saya sendiri “mewajibkan” diri sendiri untuk selalu menulis catatan perjalanan di blog ini selepas berkunjung ke tempat-tempat istim di bumi ini.

Tantangan terbesar bagi seorang blogger adalah konsisten menulis. Tanpa adanya kedisiplinan dalam menyetorkan tulisan ke dunia maya, niscaya blognya akan terbengkalai. Itulah yang ingin saya lawan. Kecewa rasanya ketika bulan lalu saya sama sekali absen mengisi blog ini. Untuk itu, mulai dengan diposkannya tulisan ini saya sepakat dengan diri sendiri untuk minimal posting satu tulisan dalam satu minggu. Jika resolusi ini tercapai, maka dalam sebulannya bisa menelorkan 4 judul postingan, dan dalam setahunnya bisa 48 judul.

Jika dihitung-hitung, jumlah 48 judul dalam satu tahun itu relatif sedikit. Tapi di sini saya mengejar konsistensinya. Lebih baik sedikit tapi konsisten dari pada banyak tapi hanya “angot-angotan”, kadang rajin kadang malasss, hehehe.

Doakan saya ya, ingatkan juga jika dalam seminggu belom juga posting tulisan di blog ini 🙂

-Dan entah kebetulan apa tidak, setelah menekan tombol publish pada postingan ini, muncul kata2 penyemangat di sidebar wordpress sebelah kiri. Muncul juga chalenge, berapa jumlah posting dalam next goal yang diberikan oleh wordpress, hahaha, tahu aja neeh WP cara manas-manasi-