Rindu masa-masa itu. Sekedar mengenang aktivitas tahun terdahulu. Saat long weekend seperti sekarang ini, adalah saat untuk berpetualang. Tiket kereta ekonomi diburu beberapa hari sebelumnya, dengan resiko kehabisan bangku dan harus rela mendapat tiket tanpa tempat duduk. Logistik disiapkan hanya beberapa jam sebelum keberangkatan.

Di kantor pas hari keberangkatan, suasana hati “kemrungsung” sedari pagi. Tak sabar menunggu jam pulang. Terpikir carier yang dipacking sembarangan sudah menunggu di kost.

Rindu suasana kereta ekonomi saat itu. Penumpang berjubel penuh sampai-sampai susah tuk sekedar berpindah pijakan kaki.

Longweekend Adventurer

Longweekend Adventurer

Weekend traveler, weekend adventurer, atau weekend climber adalah istilah yang dilekatkan kepada pekerja-karyawan yang hobi jalan pada akhir pekan. Entah itu sekedar pikenik, sepedaan atau naik gunung. Akhir pekan adalah perunggu, long weekend adalah perak, sementara cuti adalah kesempatan emas bagi mereka.

Setelah bosan dan suntuk dengan kerjaan rutin selama 5 hari, maka hari keenam dan ketujuh adalah balas dendam. Bukan dengan tidur sepuasnya di rumah cara balas dendam mereka, tapi justru dengan jalanlah mereka balas dendam, bebas lepas dari kungkungan dunia kerja.

Beda dengan adventurer kelas mahasiswa yang cenderung lebih fleksibel mengatur waktu, para pekerja ini praktis cuma punya waktu dua hari dalam sepekan untuk berpetualang. Waktu yang seuprit itupun kadang harus tepangkas oleh waktu tempuh menuju lokasi berpetualang.

Alhasil, tempat-tempat yang relatif dekatlah yang mereka pilih. Untuk para pekerja seputaran Jakarta, gunung Gede Pangrango, Gunung Salak, dan gunung-gunung di Bandung serta Garut adalah pilihan yang realistis. Baru pada saat long weekendlah mereka mengambil gunung-gunung di Jawa Tengah atau Jawa Timur.

Nah di sinilah manajemen perjalanan akan sangat berperan dalam kelancaran kegiatan berpetualang. Semua-semua kudu diperhitungkan dengan cermat. Mulai dari waktu tempuh hingga moda transportasi yang dipilih.

Itinerary adalah isitilah yang familiar bagi para weekend traveler, baik pikniker maupun climber. Itinerary menunjuk pada susunan rangkaian kegiatan lengkap dengan alokasi waktu yang dibutuhkan. Kata lainnya adalah rundown acara.

Itinerary ini dibuat sebelum hari H dan harus dipatuhi. Jika tidak dipatuhi, besar kemungkinan acara petualangan akan kacau. Contoh paling umum dari kekacauan itu adalah puncak gunung yang gagal dipijak karena tidak cukup waktu. Contoh yang lebih parah: ketinggalan bis terakhir atau kereta yang berakibat telat ngantor atau bahkan harus bolos kerja di hari Senin.