Selamat Datang di Eropa Daris

9 Comments

Lisboa, 2 Maret 2015, 16:18

Lima minggu sudah saya menghirup udara Lisbon. Tubuh ini pelan-pelan mulai menyesuaikan diri dengan iklim Portugal. Atau mungkin juga karena musim dingin sudah mulai berlalu. Suhu udara beberapa hari ini memang mulai bersahabat, tidak perlu lagi tidur dengan pakaian perang lengkap: kaos, celana panjang, sweater, jaket tebal, kaos kaki, sarung tangan, balaklava, selimut, bed cover, plus pemanas ruangan portable. Suhu udara sore ini tercatat 16 derajat celcius, dan 10 derajat celcius pada dini hari tadi. Pemanas udara memang masih perlu dinyalakan pada malam hari untuk menghangatkan ruangan, tapi kondisi ini sudah jauh lebih hangat dibanding minggu-minggu awal saya tiba di Lisbon. Saat itu suhu udara sempat drop ke angka 0,6 derajat pada pagi hari.

Hal yang paling menyiksa dari musim dingin ini, yang dikatakan oleh Pak Rui – land lord rumah yang saya tinggali, More

Advertisements

Move on

1 Comment

Move on bagi saya adalah jika saya bisa bebas dari kecanduan social media: facebook dan twitter.

Ketika bisa konsentrasi bekerja di kantor. Kerjaan kacau karena sebentar-sebentar buka fb dan twitter

Ketika bisa tidur lebih awal. Tidur larut karena tadarus fb dan twitter

Ketika bisa menjamah kembali buku-buku yang sudah mendebu di rak kayu. Lebih asyik baca status fb dan timeline twitter

Bangun tidur, berdoa, sembahyang, lari pagi. Bangun tidur, mata masih kriyip-kriyip langsung buka fb dan twitter

Sehabis sholat bisa puas-puasin dzikir. Habis salam, tangan langsung meraih hp: update status fb dan twitter

Ketika baca Quran, hadist dan buku agama dalam seharinya bisa lebih lama dari pada melayari fb dan twitter.

Dan langkah awal moving on itu saya mulai hari ini, ketika saya serahkan password fb dan twitter saya kepada belahan hati saya tuk diganti.

Memangnya sudah separah itukah kecanduan saya akan social media? Sejak kapan? Gak bisakah dikontrol saja? Mengapa tak ganti saja HPnya dengan HP jadul? Kenapa gak di-deactivated aja akunnya? Emangnya gak ada manfaat sama sekali ya fb dan twitter itu?

Yes, I’m a social media addict. I’m fb-ing and twittering all day long.

Dari mana semua itu berawal? Saya tak ingin ketinggalan informasi apa saja. Dan fb serta twitter menyediakannya dengan sangat baik hati. Saya dapatkan banyak informasi dari fb dan twiiter. Saya beli kaos dengan design yang bagus via fb, sy dapatkan informasi kegiatan bermutu di ibukota ini dari twitter. Review buku-buku yang bagus bertebaran di fb. Foto-foto yang luar biasa bagus dipajang di fb. Semua semua semua ada di sini.

Saya terkoneksi dengan teman sd-smp-sma melalui fb. Chat dengan teman di Papua via fb. Olok-olokan dengan rekan di sulawesi lewat twitter. Saya bisa melakukan apa saja dengan media ini.

But, it goes wrong. Fb dan twitter telah menyita sebagian besar waktu saya. Ketika sembahyang dinomorsekiankan, ketika kerjaan diterbengkalaikan, ketika waktu tidur diconvert menjadi waktu lek-lekan membaca teks fb dan twitter.

Kini waktunya untuk menjadi normal.

Link terkait:

Confessions of a Social Media Addict

A social-media addict tries to disconnect

Kambing Hitam Berantai

1 Comment

Team sepak bola yang saya bela kalah di final kejuaraan sepakbola antar kantor wilayah Jakarta-Jabar-Banten. Salah satu kambing hitam kekalahan itu adalah saya. Beberapa blunder saya lakukan dalam pertandingan tersebut. Blunder pertama terjadi saat saya gagal menghalau sepak pojok lawan, yang akhirnya bola dengan mudahnya dicocor oleh striker lawan, masuk ke gawang. Gol itu menjadi satu-satunya gol yang tercipta dalam pertandingan itu. Blunder-blunder selanjutnya adalah saat saya dua kali gagal memasukkan bola ke gawang lawan, padahal tinggal berhadapan one on one dengan kiper, :payahh.

Tak mau disalahkan begitu saja, saya melempar si kambing hitam ke kejuaraan Wanadri Orienteering Games ( WOG). Terus terang, konsentrasi saya dalam pertandingan itu sedikit terpecah. Saya harus segera bertolak ke kawasan puncak, lokasi WOG, pukul 5 sore, padahal pertandingan bola itu sendiri baru dimulai pukul 4.

Bola kalah, WOG juga cuma dapet posisi 7. Tak mau disalahkah, si WOG gantian menyalahkan pertandingan sepak bola karena saya harus bermain fulltime 40x 2 menit sehari sebelumnya. Alhasil, saat berlari mengejar poin di WOG pagi hari berikutnya, stamina jadi loyo letoy. WOG juga menyalahkan poin 18. Poin kurang ajar ini begitu susahnya ditemukan saat lomba etape pertama, waktu lebih dari satu jam terbuang percuma tuk mencarinya dengan hasil nihil.

Ah memang sifat dasar manusia yang selalu mencari kambing hitam atas kegagalan.

Pejabat Baru, Rutinitas Baru

Leave a comment

Ada kebiasaan baru di kantor kami semenjak hadirnya Kepala Bagian Umum yang baru. Selain mewajibkan menggalakkan senam massal pada Jum’at pagi, kini setiap pagi hari, tepat ketika sirine jam masuk berbunyi pukul 07.30, dibacakanlah do’a pagi dan sedikit suntikan kata-kata motivasi. Do’a dibacakan oleh staf bagian umum dan bisa terdengar ke seluruh penjuru ruangan di semua gedung melalui jaringan pengeras suara.

More

Mellow adalah …

2 Comments

Mellow adalah pagi hari, ketika cuaca cerah duduk di emperan rumah, dengan angin sepoi-sepoi menghembus. Sering saya alami dulu jika sekolah pulang pagi. Pernah juga saya alami beberapa waktu lalu saat berangkat kerja agak siangan. Rasanya seperti dejavu saja saat itu.

Mellow adalah ketika bangun dari tidur siang yang dihiasi mimpi, menatap keluar jendela yang terpapar sinar matahari sore. Saat ini jarang saya mengalaminya karena jarang banget tidur siang. Dan hari ini saya merasakannya. [mellow yang lain]

Belajar dari Seorang Atasan

Leave a comment

Ngebayangin, andaikata saya jadi atasan di sebuah institusi pemerintah, kemudian ada anak buah yang dudul abis: pasti sering datang telat, pasti sering kabur dari kantor, kerjaan gak ada yang beres, bikin masalah di mana-mana, gak akur dengan anak buah yang lain, bla bla bla and so on and so on…yang pertama terlintas dalam kepala saya pastinya adalah kata-kata:  “Asli, parah banget neeh orang”. Dan kemudian pasti kalimat, “Tendang kemana ya neeh orang?Pulang Pisau, Jagoi Babang, Teluk Nibung, atau Sangata?” Secara untuk memecatnya sebagai pegawai amat susah terkait birokrasi ruwet pemerintahan negeri ini. More

Disuruh Lebih Giat Olah Raga Lari

Leave a comment

Subuh tadi, satu titipan Tuhan diambilNya kembali. Sepeda satu-satunya yang sering menemani kesendirianku dipinjam orang tak dikenal tanpa permisi (dicolong maling -red). Pfuff, sepeda yang telah menemaniku hampir setahun ini; menemani jalan ke Bintaro, Car Free Day di Sudirman-Thamrin, Night Ride, sepeda santai, beli makan di warteg, atau sekedar putar-putar Rawamangun di sore hari. (Lanjut Baca)

Older Entries