My First 10 K Event

Leave a comment

Saya mengaku sebagai penggemar olahraga lari. Namun ironisnya, baru sekali saya ikut lomba lari, itupun dah kapan tahun waktu masih jadi mahasiswa, tarafnya lokal kampus pulak, cuma 5 k lagi, dan yang paling sedih, gak juara, hahaha.

Nah, tak mau dibilang cuma penggemar palsu, alias pencitraan belaka, daftarlah saya ke event lomba lari 10 K. Yang ngadain lombanya Universitas Indonesia, bertaraf nasional, dengan total hadiah 80 juta rupiah :O.

Sebenarnya saya juga daftar event Jakarta internasional 10 K pada pertengahan tahun 2011, hanya saja entah mengapa pada hari H nya saya batal terjun, jadilah saya cuma sekedar jadi pemburu atribut lombanya saja (kaos dan no peserta ;D).

11 Desember 2011, naik taksilah saya dari Rawamangun menuju kampus UI. Tepat selepas subuh saya sudah bertolak dari Rawamangun untuk mengejar waktu start yang dijanjikan pukul 06.30. Sampai di kampus UI Depok, tepatnya di boulevard kampus, suasana masih suepi, baru terlihat beberapa panitia dan peserta lomba yang melakukan registrasi. Ternyata kampus UI bagian ini tak kalah “mblusuk”nya dari kampus STAN jaman saya masih kuliah dulu, banyak semak dan belukarnya.

Tampak beberapa panitia sedang melayani registrasi peserta: satu orang saja yang melakukan pencatatan dengan laptopnya, dan beberapa yang lain menyiapkan atribut lomba bagi peserta.

Seiring meningginya matahari pagi, suasanan menjadi semakin ramai, para peserta sudah banyak yang datang. Tiga teman saya sesama anggota Stapala (Gokong, Bowass dan Teplok) akhirnya nongol juga. Panitia pun nampak kewalahan melayani registrasi peserta. Kasihan panitianya, dirubungin segitu banyak peserta, hehehe.

Untunglah, pesertanya tak sampai jumlah ribuan, sehingga registrasi bisa diselesaikan meski masih dilakukan secara manual: mencari nama satu-satu di file excel yang didapat dari pendaftaran online sebelumnya.

Hampir jam delapan dan lomba akhirnya dimulai juga. Beberapa atlit nasional nampak berada di garis start terdepan, ada I Gede Karangasem dan juga Supriati Sutono (kenal gak gann? Mereka ini pelari nasional yang ngetop saat saya masih sekolah loh, hehehe).

Selepas start, saya berlari pelan, menghemat tenaga untuk 10 km kedepan. Sementara atlet-atlet profesional yang bisa dikenali dari kostum dan postur tubuhnya yang kurus ceking :), langsung melesat jauh kedepan. Buset dah, emang bukan kelas saya, hehehe.

Lintasan lari mengambil jalur lingkar luar kampus UI pada putaran awal (sekitar 5 km), dan untuk selanjutnya jalur yang digunakan adalah lingkar dalam.

Teror Perempuan Bertato Punggung

Dengan nafas tersengal, saya coba tuk berlari stabil. Beberapa pelari berhasil saya lewati, namun sebaliknya, beberapa pelari juga berhasil mendahului saya.
Karena minimnya pengalaman, tak ada patokan kecepatan seberapa yang harus saya pacu. Pelari-pelari yang berada di depan dan yang berhasil mendahului saya adalah patokan satu-satunya. Bahwa saya harus mengejar mereka.

Diantara peserta yang berhasil mendahului saya adalah seorang perempuan bertato di punggungnya. Nampak santai melewati saya, berlari dengan stabilnya melahap lintasan lari yang mulai terik itu.

Buset dah, saya disalib cewek. Ego saya serasa tertampar, maka sayapun berusaha mengejar dan menyalibnya. Namun apa daya, sepertinya cewek itu sudah terlatih berlari 10 K. Dengan pelan tapi pasti, segera saja dia menghilang dari pandangan.

Sementara, langkah kaki saya semakin berat, muka saya terasa panas dan memerah karena asupan oksigen yang terbatas. Selepas setengah jarak lomba, teror yang lain muncul dari belakang. Gokong yang sudah berhasil saya salib pada awal-awal lomba tiba-tiba menyalib saya. Buset nih anak, gak mau kalah ternyata.

Terus saja saya buntutin nih kunyuk dari dekat. Dan beberapa ratus meter sebelum finish, saya sprint cepat, mencoba menyalibnya kembali. Hehehe, kalah panjang langkah dia hingga akhirnya saya berhasil finish didepan kunyuk Sungokong ini :p.

Waktu tempuh saya sekitar 54 menit, terpaut 20 menit dari juara umumnya. Yah maklum, saya bukan atlet yang kerjaannya pasti tiap hari berlatih.

Mahasiswa s3 dan Pemenang yang Kecewa

Pemenang lomba akhirnya diumumkan juga. Seperti yang sudah diperkirakan, juaranya disabet atlet-atlet profesional.

Kategori Putra Professional:

1. I. Gde Karangasem no dada 492, waktu tempuh 35:48.3

2. Bambang no: 490, waktu tempuh 36:11.4

3. Roby Sugara no: 407, waktu tempuh 37:03.5

Yang jadi keheranan saya, dalam daftar pemenang kategori pelajar dan mahasiswa putra, nongol seorang yang gak pantas lagi disebut pelajar atau mahasiswa (mahasiswa s3 mungkin iya, hehehe). Tampangnya tidak bisa bohong bahwa dia sudah sangat “senior”. Memang sih, seleksi dari panitia untuk penentuan peserta kelas lomba sewaktu pendaftaran memang tidak ketat. Semua tergantung pesertanya mau pilih kelas yang mana.

Dan saat pembagian hadiah, tampak seorang atlit yang mendapat peringkat kategori pelajar melakukan tindakan yang tidak simpatik. Dia buang minuman dari sponsor setelah melihat isi amplop hadiah lomba. Sungguh sangat disayangkan, atlit junior sudah money oriented.

Acara yang meriah meski masih banyak kekurangan di sana sini. Salut buat BEM UI yang telah berhasil mengadakan event olahraga bertaraf nasional ini. Semoga event UI 10 K 2012 yang rencananya akan digelar 24 Juni 2012 bisa jauh lebih baik lagi.

Berikut ini poin-poin catatan saya sebagai peserta UI 10 K 2011 yang mungkin bisa bermanfaat untuk panitia kedepannya:

1. Keterlambatan start yang diakibatkan oleh molornya registrasi dan pembagian atribut lomba. Seyogyanya, pembagian atribut lomba bisa dilakukan hari-hari sebelumnya.  Atau paling tidak tersedia banyak meja yang melayani registrasi dan pembagian atribut pada hari H.

2. Panitia mengalami kekurangan stok air minum di garis finish. Kasihan juga melihat beberapa pelari kehausan dan kebingungan mencari air, hehehe.

3. Pencatatan hasil lomba yang masih secara manual mengakibatkan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk merekapitulasi waktu tempuh peserta dan menentukan juaranya. Dengan cara seperti ini, kemungkinan kesalahan penentuan pemenang sangat rentan terjadi.

Hehehe, maaf ya banyak kritiknya. Semoga bisa bermanfaat dah :D.

Ready for The Challenge, KNOT III 2012 Talaseta FE Universitas Pancasila

Leave a comment

Sekali ikut orienteering, dijamin bakal ketagihan. Aroma kompetisi dan rasa penasaran akibat kegagalan dalam menemukan suatu poin akan menuntun kembali ke medan laga orienteering berikutnya.

Tahun 2012 ini boleh dikatakan adalah tahun melesatnya kegiatan orienteering di Indonesia. Tahun ini Federasi Orienteering Indonesia akan mulai menghelat liga orienteering nasional. Dan kalaupun liga orienteering ini belum bisa terwujud (karena masih buram kejelasannya), masih ada kejuaraan-kejuaraan lain yang dihelat tahun ini. KNOT 3 adalah salah satunya. KNOT 3 akan diselenggarakan tanggal 14-15 April 2012. Tempat lombanya sendiri masih dirahasiakan hingga waktu technical meeting tanggal 14 April nanti.

KNOT singkatan dari Kejuaraan Nasional Orienteering Talaseta. Talaseta adalah nama kelompok pecinta alam Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila. Tahun ini KNOT akan digelar untuk yang ketiga kalinya. KNOT yang pertama digelar tahun 2006 di Bogor, KNOT 2 dihelat tahun 2008 di Karawang. Kebetulan saya ikut KNOT 2 di Karawang, setim dengan Poki yang saat ini sudah melanglang ke Kendari.

Dari dua event sebelumnya, KNOT mempunyai karakteristik khusus. Pertama sistem lombanya menggunakan sistem score event di mana peserta bebas mencari titik point sesuai strategi masing-masing tanpa ada keharusan mendatangi titik poin secara urut. Yang kedua, ini yang paling khas dari KNOT. Letak titik-titik poin tidak ditunjukkan langsung di dalam peta, peserta hanya akan diberi tahu koordinat dari titik-titik poin tersebut. Jadi, peserta harus memindahkan dulu (memplotting) koordinat yang diberikan ke dalam peta. Di sinilah kemampuan memplotting akan berpengaruh terhadap hasil lomba. Salah memplotting akan mengakibatkan kesulitan mencari titik poin, bahkan bisa jadi akan tertukar dalam menentukan titik poin yang satu dengan titik poin yang lain.

Stapala kirimkan 3 tim

Tahun ini Stapala berencana mengirimkan tiga tim terbaiknya. Sayangnya Stapala tidak akan mengirimkan tim putri. Entah apa alasannya, yang pasti sesungguhnya peluang untuk menjuarai event ini lebih terbuka kemungkinannya di kelas umum putri. Persaingan di kategori putri masih terbuka lebar untuk semua tim. Beda dengan kategori putra yang selalu didominasi tim-tim langganan juara.

Untuk menghadapi event ini, anggota TOS (Team Orienteering Stapala) terus giat berlatih. Eko Gokong berlatih di Magelang dan Jogja, Bowas berlatih di Gadog Ciawi, sementara saya sendiri latihan rutin di stadion Bea Cukai Rawamangun dan sempat berlatih di kawasan karst Pegunungan Sewu Gunungkidul 😀

Doakan kami, semoga bisa membawa piala ke Posko.

Bagaimana Cara Pemanasan dan Pendinginan Sebelum dan Sesudah Lari

4 Comments

Mengapa harus pemanasan dan pendinginan?

Lari harus dimulai dengan pemanasan dan diakhiri dengan pendinginan. Mengapa pemanasan dan pendinginan itu begitu penting?

Pemanasan yang baik akan melebarkan pembuluh darah kita, memastikan bahwa otot kita disuplai oksigen dengan baik. Pemanasan juga  akan meningkatkan suhu otot-otot kita untuk fleksibilitas dan efisiensi yang optimal. Dengan perlahan-lahan meningkatkan denyut jantung, pemanasan juga membantu meminimalkan tekanan pada jantung ketika kita mulai lari.

Sama pentingnya dengan pemanasan, pendinginan akan menjaga darah terus mengalir ke seluruh tubuh. Menghentikan kegiatan dengan tiba-tiba dapat menyebabkan pusing karena denyut jantung dan tekanan darah turun dengan cepat. Menurunkan intensitas gerakan secara perlahan-lahan memungkinkan denyut jantung dan tekanan darah untuk turun secara bertahap. More

OFFICIAL WEBSITE SSB BINA TARUNA RAWAMANGUN

23 Comments

Kamis, 24 November 2011, SSB Bina Taruna Rawamangun, Jakarta Timur, merilis website resminya yang beralamatkan di www.binataruna-indonesia.com.

Halaman Muka

Pracoyo, sebagai ketua SSB Bina Taruna mengatakan, dengan adanya website ini diharapkan akan lebih mengenalkan dan mendekatkan SSB Bina Taruna ke masyarakat di seluruh Indonesia.

Melatih Tendangan Kaki Kiri

14 Comments

Aneh memang ya, kekuatan tangan dan kaki kita jauh berbeda antara yang kanan dan yang kiri.

Aneh juga, di antara kita ada orang yang kidal, kaki atau tangan kirinya lebih kuat dan aktif dari kaki/tangan kanannya. Kidal itu bawaan, tapi bukan berarti tak bisa dilatih.

Teman kantorku bertangan kidal, tapi tak berarti ia makan dengan tangan kiri. Bermain pingpong dan menulis dia canggih menggunakan tangan kiri. Tapi jika makan, ia paksakan dengan tangan kanan, dan itu sudah biasa bagi dia.

Waktu SD, temanku yang patah tangan kanannya dan harus digips, akhirnya bisa menulis dengan tangan kiri setelah dipaksa.

Saudara sepupuku, Mas Nur, bisa jago berpingpong ria dengan tangan kiri setelah tangan kanannya bengkok cedera waktu SMP.

Saya sendiri juga intens melatih kaki kiri saya agar bisa menendang bola dengan keras. Sejak SMP saya mulai melatihnya. Dan saya berhasil, tendangan kaki kiri saya hampir sekeras tendangan kaki kanan saya. Setidaknya, saya tak perlu berpusing ria mencari posisi menendang kaki kanan saat bola enak ditendang oleh si kaki kiri.

Coba lihat Ryan Giggs, Arjen Robben, Atau Arif “Keceng” Suyono yang kemampuan kaki kanan dan kirinya begitu timpang. Mereka kesulitan menendang jika bola tidak tepat di dekat kaki terkuatnya (Giggs dan Robben kidal, Keceng kaki kirinya “mati”). Pernah lihatkan Giggs gagal menceploskan bola matang dengan kaki kanan di depan gawang yang sudah kosong melompong ditinggal kipernya.

Butuh waktu yang lama memang untuk bisa melatih kaki kiri saya agar menyamai kekuatan tendangan kaki kanan. Saya baru menyadari tendangan kaki kiri saya kuat saat saya kuliah.

Kuncinya ketekunan berlatih.

Wanadri Orienteering Games 2011, Banjir Hadiah – Minim Peserta

2 Comments

Dalam sejarahnya, Wanadri Orienteering Games (WOG) telah dilaksanakan sebanyak 3 kali. WOG I diadakan di Telaga Warna, Puncak, Bogor pada tahun 1999. WOG II tahun 2001 juga diselenggarakan di Telaga warna sedangkan WOG III tahun 2002 diselenggarakan di Ungaran, Jawa Tengah.

Pada penyelenggaraan WOG yang ke IV di Telaga Warna tahun ini, selain kelas Foot Orienteering, diadakan pula eksibisi Bike Orienteering. Bike O merupakan kelas dalam Orienteering yang belum begitu populer di Indonesia.

WOG 2o11

WOG kali ini diikuti oleh 16 team Foot O dan 10 peserta Bike O. Jumlah peserta yang terlalu minim untuk event yang memperebutkan total hadiah 30 juta rupiah. Mungkin karena event ini berlangsung bersamaan dengan Lomba orienteering Brahmahardhika (LOB) XVI. LOB ini disebut-sebut sebagai event Orienteering paling bergengsi di Indonesia. [lihat hasil lomba WOG 2011]

PROFIL SSB BINA TARUNA RAWAMANGUN

145 Comments

SSB Bina Taruna

MARKAS BESAR

Ingin mendaftarkan anak, adik atau sodara Anda? Atau ingin sekedar melihat anak didik SSB Bina Taruna latihan? Disini tempatnya.

Sekretariat, tempat pendaftaran dan tempat latihan: Stadion Bea Cukai Rawamangun, Jl. Bojana Tirta Rawamangun Jakarta Timur, 13230, Telp. 47880246 / 02196550555. [Baca Profil Lengkapnya]

Orienteering, Olahraga yang Mengasyikkan

1 Comment

Pasti banyak diantara kita yang belum tahu apa itu orienteering. Yup, saya sendiri juga baru tahu 5 tahun yang lalu. Memang orienteering hanya populer di kalangan terbatas: militer, pramuka, dan pecinta alam. Orienteering adalah kegiatan outdoor dimana kita mencoba mencocokkan gambar di peta dengan kondisi alam sesungguhnya. Dalam orienteering ini kita berbekal sebuah peta dan dengan bantuan kompas mencoba menemukan titik yang telah ditentukan, baik yang telah diplot ke peta maupun yang berupa suatu koordinat. Untuk titik yang masih berupa koordinat, kita harus memindahkannya terlebih dahulu kedalam peta.
[Lebih lanjut mengenai Orienteering]

Kejuaraan Sepak Bola U-12 Bina Taruna Cup

Leave a comment

Akhir pekan kemaren ketika melewati depan stadion Bea Cukai Rawamangun, saya melihat spanduk kejuaraan sepak bola U-10 dan U-12 yang diselenggarakan oleh Bina Taruna. Timbang-menimbang gak ada kerjaan malam minggu itu, melajulah kaki saya ke stadion. Lumayan, nonton aksi bocah-bocah jago gocek bola, bibit unggul pemain sepak bola Indonesia. (Lihat siapa yang juara)