Note: Tulisan ini pada awalnya ditulis pada tahun 2012, sehingga ada beberapa informasi yang mungkin sudah tidak relevan lagi. Hanya saja, di bagian akhir tulisan, saya sertakan update informasi per akhir tahun 2015 yang mungkin masih relevan bagi para pembaca. Jadi, pastikan membaca update pada bagian akhir tulisan ya. Salam🙂

Sudah menjadi kebiasaan ketika menjelang lebaran atau libur panjang, masyarakat antri berjubel di stasiun untuk membeli tiket kereta api.

Bahkan saat inipun, setiap akhir pekan, stasiun-stasiun besar selalu dipadati calon penumpang (khususnya kereta ekonomi) yang antri tiket untuk perjalanan 7 hari kedepan. Ini adalah efek dari penerapan aturan baru di PT KAI dimana sekarang tidak menyediakan lagi tiket tanpa tempat duduk, sehingga calon penumpang harus membeli tiket jauh-jauh hari (H-40 untuk kereta eksekutif, bisnis dan AC ekonomi, H-7 untuk kereta ekonomi).

Untuk kereta kelas eksekutif, bisnis dan AC ekonomi, sebenarnya penumpang tidak harus berjubel antri di stasiun. PT KAI sudah lama menyediakan fasilitas reservasi tiket via telepon. Sedangkan untuk kelas ekonomi sendiri, mau tak mau calon penumpang harus membeli tiket di stasiun.

Lalu, bagaimana prosedur pemesanan tiket via telepon itu sendiri?

Jika kita tilik website PT KAI, maka prosedurnya adalah:

  1. Penjualan atau pemesanan melalui system ini dilakukan di Contact Center KA melalui nomor panggilan 121 (Telepon rumah) dan 021- 121 (telepon genggam).
  2. Setelah itu penumpang akan mendapatkan kode booking/ kode bayar yang selanjutnya penumpang dapat melakukan pembayaran lewat e-banking dan ATM.
  3. Untuk saat ini bank yang dapat melayani adalah ATM bank mandiri, BPR KS,BII, BRI, BPD DIY dan Bank OCBC NISP selanjutnya akan dikembangkan melalui ATM bank lainnya antara lain Bank Panin, BNI, CIMB Clicks dll.
  4. Pembayaran dilakukan maksimal 3 (tiga) jam setelah mendapatkan kode booking.
  5. Resi pembayaran ATM kemudian ditukarkan ke loket penjualan di statsiun yang sudah online dengan membawa KTP asli dan fotocopy.
  6. Pemesanan tiket dianggap batal jika pembayaran melalui ATM tidak dilakukan dalam periode waktu 3 jam tersebut.
  7. Pemesanan tiket melalui Contact Center ini dilayani 40 hari sampai dengan 6 jam sebelum keberangkatan KA yang bersangkutan.
  8. Pemesanan tiket tersebut hanya untuk tiket dewasa dan anak tanpa pelayanan reduksi.
  9. Extra charge sebesar Rp.7500,- (saat transaksi pembayaran).

Berikut ini saya tuliskan pengalaman saya yang beberapa kali memesan tiket KA via telepon:

  1. Biasanya saya pesan via HP ke no 13897, namun barusan saya coba calling ke nomor itu dan hasilnya sudah tidak bisa dihubungi. Artinya, pemesanan via telepon sekarang sudah terkonsentrasi ke no 121. Biaya telepon ke no 13897 tersebut sangat mahal, saya pernah kena charge lebih dari 20rb (beberapa kali pembicaraan terputus di tengah-tengah)
  2. Terakhir kali saya memesan tiket KA Ekonomi AC Bogowonto via HP ke contact center PT KAI no 021-121 pada tanggal 27 Februari 2012 untuk keberangkatan tanggal 5 April 2012.
  3. Saat menelepon nomor tersebut kita akan langsung tersambung ke mesin operator dan akan diarahkan untuk memilih menu yang diinginkan. Baru setelah memencet no 1 untuk layanan pemesanan tiket KA jarak jauh kita akan disambungkan dengan operator.
  4. Setelah ditanya mengenai data penumpang (nama lengkap, alamat di KTP, no KTP) dan data kereta yang diinginkankan (nama kereta, tgl keberangkatan, no gerbong dan bangku), kita akan mendapatkan kode bayar dan kode booking.
  5. Kode bayar berupa angka sejumlah 13 digit, sedangkan kode booking berupa kombinasi angka dan huruf sejumlah 6 karakter.
  6. Kode bayar digunakan untuk pembayaran di ATM sedangkan kode booking harus kita tuliskan di struk pembayaran ATM.
  7. Biaya telepon ke no 021-121 melalui HP lumayan besar. Saya menggunakan no XL dan berbicara dengan operator selama kira-kira 8 menit kena biaya lebih dari Rp. 7.000
  8. Saya menggunakan ATM BRI untuk pembayaran dengan langkah: Transaksi Lain >> pembayaran >> ticketing >> kereta api >> memasukan kode booking >> checking >> proses
  9. Nama penumpang, nama kereta, jadwal keberangkatan, no gerbong, no bangku, kode booking dan besarnya biaya akan tercetak di struk ATM tersebut.
  10. Selama ini, saya tidak pernah diminta untuk menunjukkan kartu identitas asli dan menyerahkan fc-nya saat menukarkan struk ATM ke loket di stasiun, tapi saya anjurkan tuk tetap membawanya untuk jaga-jaga🙂.
  11. Pastikan mancatat kode booking untuk jaga-jaga jika struk ATMnya hilang.

Selain melalui telepon, tiket KA juga bisa dipesan melalui minimart Alfamart dan Indomaret (di Jabotabek) dan di kantor Pos. Di gerai Alfamart dan Indomaret tersebut terdapat komputer yang dilengkapi aplikasi yang tersambung secara online ke sistem tiketing PT KAI. Sama seperti pemesanan via telepon, pembeli harus menukarkan struk pembayaran ke stasiun terdekat. Selain itu juga perlu diperhatikan bahwa jaringannya sering offline. Sayangnya, pembelian via Alfamart dan Indomart ini, kita tidak bisa memilih tempat duduk.

Plus-Minus Pemesanan tiket KA via Telepon

+ Calon penumpang tidak harus antri berjubel di stasiun.

+ Segera dapat dipastikan apakah tiket yang kita inginkan masih tersedia atau tidak.

+ Operator akan menawarkan kereta alternatif jika kereta yang kita inginkan sudah full booked.

+ Operator dengan senang hati akan melayani setiap pertanyaan dari customer🙂

+ Bisa memilih tempat duduk.

– Terkena biaya charge Rp 7.500 plus biaya telepon yang lumayan besar.

– Tidak mengakomodir reduksi harga tiket untuk anggota Korpri serta TNI/Polri.

– Calon penumpang harus tetap datang ke stasiun untuk menukarkan struk pembayaran ATM dengan tiket kereta yang sebenarnya.

 

=============================================================

di-update 23 November 2015:

Sekarang, pemesanan tiket kereta api sudah bisa dilakukan via web. Bahkan, lewat applikasi mobile pun bisa. Situs-situs yang bisa diakses untuk pemesanan online ini antara lain:

  1. http://www.kereta-api.co.id
  2. http://www.tiket.com

Melalui situs-situs di atas kita bisa memesan tiket, memilih dan atau berpindah tempat duduk/gerbong, sekaligus menyelesaikan pembayarannya.

Untuk pembayarannya bisa dilakukan via atm, internet banking, sms banking, juga bisa dibayar via Alfamart atau Indomart. Caranya cukup mudah dengan berbekal kode booking atai kode pembayaran.

Sedangkan untuk pencetakan tiketnya bisa dilakukan di mesin cetak tiket mandiri di stasiun-stasiun. Proses pencetakan tiket ini bisa dilakukan di hari H keberangkatan dengan memasukkan kode booking atau kode pembayaran.

Cara-cara lama tetap masih bisa dilakukan: membeli langsung di loket stasiun, lewat telepon ke (021) 121, lewat travel agen, ataupun lewat Indomaret dan Alfamart. Hanya saja, customer yang akan melakukan pembelian lewat gerai-gerai Indomaret dan Alfamart perlu mempertimbangkan hal-hal non teknis. Dari pengamatan saya, kasirnya terkesan ogah-ogahan melayani pembelian tiket kereta api. Mungkin saja karena prosesnya memakan waktu yang cukup lama, sehingga mengganggu pelayanan customer lainnya.

Saya sendiri paling sering memesan tiket kereta api melalui applikasi di handphone saya. Nama aplikasinya KAI Access, bisa didownload secara gratis di google store (play store). Dengan aplikasi ini, saya bisa mengecek ketersediaan tiket kereta api di manapun dan kapanpun saya berada, sepanjang tersedia koneksi internet.

Saya mengkombinasikannya dengan aplikasi BRI e banking (BRI Mobile) – tentunya dengan terlebih dulu registrasi ke bank BRI terdekat. Sehingga begitu booking selesai dilakukan, saya bisa langsung melakukan pembayaran di manapun dan kapanpun saya berada; tidak perlu lagi jalan keluar rumah mencari atm ataupun gerai Alfamart/Indomart.

Keuntungan menggunakan dua aplikasi di atas bisa kita rasakan pada masa-masa kritis pemesanan tiket kereta api, misalnya pas musim mudik lebaran. Kita bisa berlomba memesan tiket mudik 90 hari sebelum hari H hanya dengan duduk manis di rumah. Dan yang pasti, dua aplikasi di atas cukup ringan, tidak terlalu memakan memori hand phone kita.