Mo Absen Manual, Mo Finger Print, Mo Retina Print, tetep Saja tergantung Ketegasan dari Atasan

Leave a comment

Sudah lebih dari empat tahun ini kantor saya menerapkan absensi elektronik dengan menggunakan pengenal dimensi telapak tangan dan jari-jari tangan (bukan pengenal sidik jari). Kehadiran mesin ini menghadirkan revolusi kedisiplinan pegawai untuk hadir dan pulang tepat waktu. More

Mengusir Semut-Semut Pemakan Beras

Leave a comment

Meski tak berasa manis, ternyata semut doyan juga menggerogoti beras. Setidaknya itu yang saya alami beberapa minggu yang lalu. Beras merah yang saya bawa dari kampung halaman diserbu semut hitam.

Weeiss, ikut-ikutan trend makan beras merah niyeee….

Wekeke, bukan begitu brow. Ini kebetulan saja karena bapak saya di kampung sono memang menanam varietas padi yang menghasilkan beras merah di sawahnya. Memang sih terpengaruh juga dengan isu betapa bermanfaatnya beras merah bagi kesehatan, sehingga ketika pulang kampung, saya membawa satu kantong plastik ukuran 1 kg. Lumayan kan gak harus beli beras lagi. (catatan: saya ada penanak nasi kecil merk Miyako  di kost).

Nah, beras itu belum sempat saya masukkan ke wadah beras yang biasa saya pakai dan saya taruh begitu saja di atas meja. Baru saya tinggal kerja sehari aja sorenya dah dikerubutin semut itu beras. Ganas juga semutnya, mereka masuk setelah merobek plastik bungkus berasnya.

Bingung saya dibuatnya, bagaimana cara mengusir semut-semut itu. Tik tok tik tok tik tok, begitu kali ya bunyi otak saya berputar mencari solusinya. Beberapa solusi sempat terpikirkan. Saya berfikir untuk merendam berasnya dalam air biar semut-semutnya mengapung. Namun urung saya lakukan karena nanti harus mengeringkan berasnya. Ada pula solusi yang agak kejam: dengan mengsanrai berasnya di atas kompor biar semutnya pada mati, hehehe. Cara inipun tak saya lakukan karena malas membersihkan semut matinya terlalu kejam. Dan ini solusi yang paling ekstrim: dengan membiarkan semut tetap di tempatnya kemudian memasaknya beserta beras tersebut. Hehehe itung-itung sebagai tambahan lauk :P .

Akhirnya saya coba cara paling sederhana nan coba-coba. Beras itu saya tuang ke atas kertas koran secara merata kemudian saya hembuskan kipas angin kecepatan full kearahnya. Dan WOILLLA!!!! Semut-semut itu lari terbirit-birit pergi menjauhi beras. Dengan begitu, batal lah saya makan nasi merah lauk semut hitam, wkwk

Bagaimana Cara Pemanasan dan Pendinginan Sebelum dan Sesudah Lari

Leave a comment

Mengapa harus pemanasan dan pendinginan?

Lari harus dimulai dengan pemanasan dan diakhiri dengan pendinginan. Mengapa pemanasan dan pendinginan itu begitu penting?

Pemanasan yang baik akan melebarkan pembuluh darah kita, memastikan bahwa otot kita disuplai oksigen dengan baik. Pemanasan juga  akan meningkatkan suhu otot-otot kita untuk fleksibilitas dan efisiensi yang optimal. Dengan perlahan-lahan meningkatkan denyut jantung, pemanasan juga membantu meminimalkan tekanan pada jantung ketika kita mulai lari.

Sama pentingnya dengan pemanasan, pendinginan akan menjaga darah terus mengalir ke seluruh tubuh. Menghentikan kegiatan dengan tiba-tiba dapat menyebabkan pusing karena denyut jantung dan tekanan darah turun dengan cepat. Menurunkan intensitas gerakan secara perlahan-lahan memungkinkan denyut jantung dan tekanan darah untuk turun secara bertahap. More

Mencoba Merubuhkan Mental Block di DOC V 2011

4 Comments

Ini pertama kalinya saya mengikuti Dinamik Orienteering Competition. Kejuaraan Orienteering ini diselenggarakan oleh Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta, tanggal 27 November 2011 di Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Dalam lomba ini sepertinya sayalah peserta paling tua, hahaha

Lomba ini luar biasa menguras tenaga, seperti info yang saya terima sebelumnya.

Lomba orienteering ini menggunakan system score event dua babak, babak penyisihan dan babak final.

Babak penyisihan terdiri dari 14 titik point dengan waktu 2 jam. Sedangkan babak final terdiri dari 10 point dengan waktu 1 jam.

Lomba ini diikuti oleh 41 team dari Jawa – Madura, yang masing-masing team terdiri dari 2 orang.

Hanya 19 team dari 41 team tersebut yang berhak maju ke babak final.

Sudah kami duga sejak awal, pemenang lomba ini akan sangat ditentukan oleh endurance team peserta. Bayangkan saja, 14 titik point harus kami temukan dalam waktu kurang dari 2 jam. Lomba-lomba yang lain biasanya menyediakan waktu 3,5 hingga 4 jam untuk 20 titik. Itupun hanya berlangsung satu putaran saja.

Jika mampu melewati babak penyisihan, peserta akan diadu lagi untuk mencari 10 titik point hanya dalam waktu satu jam.

Praktis, para peserta dituntut untuk mengatur strategi yang tepat untuk bisa menghemat tenaga di babak penyisihan.

Dalam prakteknya, sangat susah bagi kami untuk mengatur strategi tersebut. Pasalnya, kami tak bisa mengukur, berapa titik point minimal yang harus kami dapatkan untuk bisa lolos ke babak final.

Alhasil, satu-satunya cara adalah berusaha mencari point sebanyak-banyaknya pada babak penyisihan sebagai modal untuk melaju ke babak final.

Mungkin tak menjadi masalah bagi Gokong, rekan seteam saya, untuk berlari sepanjang lomba. Maklum dalam 3 bulan terakhir dia tanpa putus terus berlatih fisik sebagai rangkaian program Elbrus dan program acara ketangkasan di Malaysia.  Dua minggu terakhir bahkan dia berlatih secara intensif di perbukitan Menoreh, kawasan angker dan wingit di Kabupaten Magelang :P . More

OFFICIAL WEBSITE SSB BINA TARUNA RAWAMANGUN

6 Comments

Kamis, 24 November 2011, SSB Bina Taruna Rawamangun, Jakarta Timur, merilis website resminya yang beralamatkan di www.binataruna-indonesia.com.

Halaman Muka

Pracoyo, sebagai ketua SSB Bina Taruna mengatakan, dengan adanya website ini diharapkan akan lebih mengenalkan dan mendekatkan SSB Bina Taruna ke masyarakat di seluruh Indonesia.

PT KAI, Terus Berbenah

3 Comments

Logo baru, lagu baru dan peraturan-peraturan baru, inilah wajah PT KAI tahun ini.

Peraturan untuk kereta jarak jauh banyak yang berubah. Peraturan yang berubah drastis antara lain tarif reduksi 50% untuk anggota TNI – POLRI, larangan pengantar masuk ke peron dan tentu saja yang paling mencolok adalah peniadaan tiket tanpa tempat duduk.

Saya rasa semua peraturan itu dimaksudkan untuk memberi jaminan keamanan dan kenyamanan bagi para penumpang. Selama ini, jumlah penumpang yang melebihi kapasitas sering dituding sebagai penyebab seringnya kereta mengalami anjlok. Penumpang yang berjubel di sambungan antar gerbong juga rawan menjadi korban kecelakaan.

Efek dari perubahan peraturan ini langsung bisa kita lihat, penumpang tanpa tiket berkurang drastis. Jika dulu banyak penumpang duduk berjubel di lantai dan sambungan antar gerbong, maka kini troli yang berisi snack dan minuman ringan bisa lancar berjalan menyusuri lorong-lorong sepanjang gerbong.

Hanya sayangnya, peraturan itu mengabaikan sebagian penumpang kereta api yang selama ini setia dengan layanan moda transportasi ini meskipun harus berdiri atau duduk selonjoran di lantai kereta. Dengan berlakunya peraturan baru itu, kapasitas angkut kereta menurun drastis, banyak calon penumpang yang tidak kebagian tiket.

Saya sendiri yang selama ini memilih kereta sebagai sarana transportasi, kesulitan untuk memperoleh tiket. Jangan harap bisa membeli tiket di hari keberangkatan, khususnya untuk akhir pekan. Kalau dulu calon penumpang masih bisa mengandalkan tiket tanpa tempat duduk, sekarang siap-siaplah tuk gigit jari.

Lalu, kemana sebagian penumpang itu dilimpahkan? Tak ada solusi dari PT KAI, tak ada penambahan armada atau gerbong untuk menampung sisa penumpang yang tak memperoleh tiket. Sementara ini mereka beralih ke moda transportasi lain, dan bis menjadi pilihan pengganti.

Satu-satunya cara untuk memperoleh tiket kereta adalah merencanakan kepergian anda jauh-jauh hari dan segera membeli tiketnya. Membeli tiket satu minggu sebelum keberangkatan bukan jaminan kita akan mendapatkan tiketnya, apalagi beli tiket di hari keberangkatan.

Saya berharap kedepannya PT KAI menambah banyak armada untuk melayani calon penumpang yang belum bisa terpenuhi. Jalur ganda sudah banyak dibangun, kini saatnya PT KAI mengimbanginya dengan menambah jadwal kereta, bukan malah menguranginya.

Spesial Sambel Bawang Mas Kobis, Jl. Alamanda

2 Comments

Anda suka masakan pedas, penggemar sambal bawang ekstra pedas dan sedang berada di Jogja? Warung makan yang satu ini wajib dicoba.
“Special sambal bawang Mas Kobis”, warungnya sederhana sekali, hanya berupa lapak dengan atap tanpa dinding. Letaknya di Jl Alamanda, kampung Mrican, sebelah selatan Selokan Mataram, tepatnya di sebuah jalan kecil, sebelah timur fakultas teknik UNY Karang Malang.
Apa yang istimewa dari warung ini? Yang jelas bukan tempatnya, karena tempatnya minimalis. Juga bukan variasi menunya karena warung ini hanya menyediakan ayam/telur/ati-ampela/tahu-tempe/terong penyet. Apalagi minumnya, cuma es teh dan es jeruk aja. Terus apa dong yang jadi andalan?
Dari namanya sudah jelas, warung ini berjaya karena sambel bawangnya yang spesial. Ada yang belum tahu sambel bawang itu apa? Sambel bawang adalah sambel yang paling sederhana. Cukup cabe segar, bawang putih segar, garam dan sedikit msg sudah bisa bikin lidah bergoyang nikmat. More

Never Give Up -Self Motivation-

4 Comments

Jangan menyerah kalau kata D’massive. “Never never give up” balas Mas Ade Hidayat.
Pfuff, entahlah…Yang pasti kegagalan ini memukul telak ambisiku. Beda dengan kegagalan-kegagalan sebelumnya, yang ini begitu menyesakkan. Mimpi untuk kuliah di UGM yg ada di depan mata harus tertunda.

Ada keinginan untuk berhenti mengejar mimpi itu pada titik ini. Cukuplah sampai di sini saya mencoba? Apakah ini saatnya tuk berdamai dengan keadaan?

Di sisi lain, ini bertentangan dengan apa yg selalu saya tuliskan di mana-mana. Sangat tidak fair jika saya selalu menggembor-gemborkan semangat pantang menyerah, tapi saya sendiri justru mudah menyerah.

Jadi, saya akan terus mencobanya. Saya akan kembali dengan persiapan matang, dengan amunisi penuh. Do’akan dan dukung saya kawan :) .

-Senja Jogja, 9 Nopembria-
*The Scholarship Hunter*

Hujan di Awal Musim

3 Comments

Mendengar berita, kampung halaman sudah mulai masuk musim hujan. Alhamdulillah, tanah kering akan segera menghijau, hutan jati meranggas akan segera menyemi kembali. Ladang-ladang bertanah merah yang telah dibalik tanahnya segera bisa ditanami dengan bibit-bibit padi, jagung, ketela, dan beragam palawija.

Hujan di awal musimnya adalah euforia luar biasa bagi masyarakat gunungkidul, menandai dimulainya musim tanam baru. Maklum saja sebagian besar masyarakatnya adalah petani ladang tadah hujan.

Simpanan bibit pilihan yang telah lama disiapkan segera mereka keluarkan. Untaian jagung yang berada di lumbung segera dipipil, pun begitu dengan untaian padi gogo, siap untuk disebar di ladang. Bibit ketimun, koro, benguk, gambas, dan tanaman rambat lain menyusul tuk ditanam di pekarangan. More

Drama Jalanan Ibukota

2 Comments

Petang itu jalan Pejompongan sedang macet-macetnya. Ketika sedang “enak-enaknya” menembus kemacetan parah itu untuk menuju Senayan, terlihat dua orang wanita saling bentak di depan saya. Mereka sama-sama naik motor, beriringan depan-belakang. Perempuan yang berada didepan turun dari motornya, menstandarkan (apa ya bahasa indonesianya “nyetandarke”? wekeke), menyambangi wanita di belakangnya kemudian mendampratnya dengan makian. Rupanya roda belakangnya barusan kena senggol motor di belakangnya. [baca ending dramanya]

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.